Basarnas Bali mencari pemancing yang terjatuh dari tebing water blow. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menangani 71 kecelakaan dan bencana di Bali selama 10 bulan terakhir (Januari-Oktober). Dari jumlah tersebut, 23 berupa penanganan kecelakaan kapal, 1 bencana, 44 kondisi membahayakan manusia (KMM), dan 3  kecelakaan dengan penanganan khusus.

Dari 23 penanganan kecelakaan kapal, total korban sebanyak 173 orang, yang mana 81 orang selamat, 68 meninggal dunia dan 24 orang hilang. “Kecelakaan kapal itu seperti kapal kandas dan kapal tenggelam di Pelabuhan Gilimanuk itu dengan jumlah penumpangnya banyak yang selamat,” ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada, S.E., M.AP.

Baca juga:  Terguling, Penumpang Truk Mengalami Luka-Luka

Sedangkan, untuk bencana, terdapat 5 orang korban yang ditangani, 2 orang selamat, 3 meninggal. Untuk membahayakan manusia, terdapat 58 korban. Sebanyak 21 diantaranya selamat, 30 meninggal dunia dan 7 orang hilang. Tiga kecelakaan dengan penanganan khusus, terdapat 11 korban, 9 diantaranya selamat, 2 meninggal dunia.

Menurutnya, jumlah penanganan di 2021 ini, lebih sedikit jika dibandingkan dengan penanganan 2020 dengan total kasus sebanyak 84, atau turun 9 kasus. Dengan rincian data pad 2020, 25 kecelakaan kapal, 1 bencana, 56 kondisi membahayakan manusia dan 2 kecelakaan dengan penanganan khusus. “Kalau di Bali itu banyak kecelakaan didominasi di laut,” katanya, belum lama ini.

Baca juga:  Gubernur Koster Ajak PW-AWBP Perkuat Jati Diri Bali

Sementara itu, untuk peristiwa bencana, yang masih terjadi di 2021 ini berupa tanah longsor, banjir dan lainnya. Sedangkan untuk KMM artinya peristiwa membahayakan manusia, seperti terseret arus di sungai dan di laut, dan kecelakaan di jalan raya.

KPK atau kecelakaan penanganan khusus, misalnya ada kecelakaan dengan korban terjepit kendaraan di jalan atau peristiwa lainnya yang perlu penanganan khusus. “Namun, dari data yang ada, untuk tahun 2020, peristiwa kecelakaan pesawat nihil pada tahun, begitu juga dengan bencana alam, nihil korban,” tambahnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

Baca juga:  Hama Penggerek Batang Padi Serang Lahan Pertanian di Tiga Kecamatan 
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *