Petugas mengecek kesiapan Straw Semen Beku Sperma untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) tahun 2020. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Peternak sapi di Bangli sejak beberapa bulan terakhir tak lagi bisa mendapat pelayanan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik secara gratis. Peternak harus swadaya sendiri untuk melakukan kawin suntik ini.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Minggu (31/10), layanan gratis sudah ditiadakan pusat sejak Juni lalu. “Karena ada kebijakan pusat. Kalau tidak salah mulai Juni lalu sudah ke mandiri arahnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Gratis dan Minim Risiko, Program IB Diminati Peternak

Dijelaskan Sarma, sebelumnya pemerintah pusat melalui program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) menyediakan layanan IB sapi gratis bagi peternak. Namun karena faktor anggaran, layanan gratis itu ditiadakan.

Dalam layanan IB gratis, ada tiga komponen yang dulu ditanggung pemerintah pusat yakni straw (semen beku), N2 cair untuk mengawetkan straw, dan jasa inseminator. “Kalau dulu ditanggung penuh APBN,” jelasnya.

Walaupun kini layanan IB tidak lagi gratis, hal itu tidak jadi masalah di kalangan peternak. Menurutnya saat masih adanya layanan IB gratis, peternak memang sudah siap untuk swadaya sendiri. “Sekarang walaupun harus bayar, peternak tidak masalah,” ungkap Sarma.

Baca juga:  Kapolres Apresiasi Banyak Polwan Lebih Unggul dari Polisi Pria

Meski demikian, untuk membantu dan menjaga semangat peternak, pihaknya berencana akan mengusulkan anggaran subsidi IB pada tahun depan. Dari tiga komponen IB, kemungkinan pihaknya hanya mengusulkan pengadaan N2 cair. “Kami akan coba nanti usulkan semua seberapa nanti yang bisa didanai pemerintah. Karena memang IB ini penting bagi peternak,” ujarnya.

Disinggung mengenai ketersediaan straw di Bangli, Sarma mengatakan masih tersedia namun dalam jumlah terbatas. Sebab petugas inseminator perlu modal untuk menyediakan straw.

Baca juga:  Melukis Sapi Bali untuk Pelestarian

Di Kabupaten Bangli jumlah petugas inseminator yang ada sebanyak 20 orang. “Straw hanya diprodiksi oleh peternakan provinsi unit pembibitan di Luwus. Sehingga inseminator ini harus siap modal,” kata Sarma. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *