Petugas mendatangi tempat kerja JG. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim Satreskrim Polresta Denpasar akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait data pasien meninggal karena COVID-19 diduga tidak valid. Hal ini terbongkar saat polisi melakukan penyelidikan.

Menurut Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat, Minggu (5/9), tim Satreskrim Polresta Denpasar saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap data meninggal dunia dinyatakan COVID-19. Pasalnya data tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

Baca juga:  Kumulatif Kasus COVID-19 Bali Lampaui 12.000, Ini 2 Besar Penyumbang Pasien Baru

Polisi menyelidiki data korban meninggal karena COVID-19 berinisial JG. Hasil penyelidikan, JG dan suaminya, KD merupakan karyawan garmen dan tinggal di Denpasar.

Pasutri ini kaget saat ditelepon HRD tempat mereka kerja, Sl pada 4 September pukul 18.00 WITA. Sl menyampaikan jika dia dihubungi Bhabinkamtibmas desa setempat untuk mengkonfirmasi apakah benar JG meninggal.

Pasalnya berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, JG dinyatakan meninggal. “Padahal mereka sehat dan sedang beristirahat di kampungnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Tak Kuat Dengar "Pawisik," IRT Ditemukan Tak Bernyawa

Polisi melakukan konfirmasi terkait data tersebut ke Operator Satgas Covid-19 Kota Denpasar, Mt. Mt menyampaikan tahu adanya salah input data pasien
terkonfirmasi COVID-19 JG. Yang bersangkutan seharusnya diinput sembuh, tapi dalam sistem NAR diinput meninggal.

Ia mengakui kesalahan input data dilakukan oleh operator Satgas COVID-19 Kota Denpasar. Untuk Operator Satgas COVID-19 yakni Lr dan Dk.

Padahal JG berdasarkan data dari puskesmas dinyatakan sembuh, tapi rilis data pada aplikasi NAR dinyatakan meninggal pada 4 September 2021 pukul 20.00 Wita. Dalam aplikasi NAR, operator mengklik data sembuh dan meninggal berasal dari data puskesmas yang dikirim melalui pesan WhatsApp. Terkait kejadian ini, pihak operator sudah menghubungi operator Kemenkes untuk mengubah data. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Pagerwesi di Masa Pandemi COVID-19, Krama di Buleleng Tetap Gelar Tradisi Mamunjung
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *