Sejumlah praktisi pariwisata melakukan sharing session pada pelaksanaan program kecakapan kerja (PKK) Platinum untuk lulusan SMK. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Lulusan sekolah vokasi harus dipersiapkan sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sehingga, ada link and match antara mutu lulusan dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Demikian dikemukakan General Manager H Sovereign Bali, Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, Rabu (1/9).

Ia mengatakan dalam upaya menyiapkan lulusan vokasi atau SMK itu, telah digelar kegiatan Program Kecakapan Kerja (PKK) Platinum yang berlangsung selama 2 hari (26-27 Agustus). Total ada 80 deserta dari seluruh Bali yang mengikuti.

Baca juga:  Bawa Peluru, Turis Meksiko Diamankan di Bandara

Ramia menyebutkan PPK yang merupakan bantuan pemerintah ini berlangsung di Wantilan Overseas Training Center (OTC) Bali di Gianyar dibuka Koordinator PKK, Purwanto, M.Si. “Program PKK Platinum ini merupakan kerjasama LKP OTC BALI dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikbudristek Dikti,” jelasnya.

Menurut Ketua Yayasan sekaligus Penanggung Jawab OTC Bali, I Wayan Rediyasa, SE, pihaknya berupaya untuk menjadi lembaga vokasional terbaik dan terpercaya di tingkat nasional dan global. Dalam kegiatan yang berlangsung dua hari, dihadirkan sejumlah praktisi pariwisata, seperti Dr. (C) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, Ratu Agung Bagus Ngurah Putra, S.Tr. Par, CHA, CHE., yang merupakan General Manager Wyndham Kuta, dan I Ketut Darmayasa, S.IPem, MM, CHT, CRMH, Ketua Indonesia Food & Beverage Executive (IFBEC) Bali.

Baca juga:  Terkait LPD Sangeh, Jaksa Temukan Seratusan Kredit Fiktif

Rediyasa mengatakan pelatihan ini diperuntukkan bagi SDM Perhotelan dari masyarakat umum produktif yang kurang mampu dan telah lulus SMK/SMK sederajat maksimal satu tahun setelah kelulusan. Ia juga menyampaikan satu gebrakan yang dilaksanakan yaitu membentuk team kerja yang terintegrasi dengan konsep “One Gate Service.” Di dalamnya terdiri dari Lembaga Pelatihan, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK), Legalitas Internships (SO) dan Pengelolaan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia).

Baca juga:  Tiga Kabupaten Ini Tambah Pasien COVID-19 Meninggal

Sementara itu, Corporate Direktur OTC Bali, I Gde Leo Sastra, S.Tr.Par juga menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan program ini. Ia menyebut program ini sangat disambut baik oleh dunia usaha, mengingat peserta didik ketika tamat SMK harus dipersiapkan dengan matang agar siap diterima di dunia kerja. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *