Jembatan- Para pekerja saat mengerjakan pembangunan jembata Subagan Asak. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karangasem tahun 2021 ini membangun tiga unit jembatan. Dan saat ini proyek pembangunan tengah berjalan.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem, I Wayan Surata Jaya, mengungkapkan, tahun ini hanya melakukan tiga pembangunan jembatan. Yakni, jembatan menuju Pura Tunggul Besi Desa Besakih dengan anggaran Rp 1,4 miliar, Subagan Asak 3 (1,2 miliar), Butus (Rp 5 miliar).

“Sebelumnya direncanakan membangun empat jembatan, tapi satu jembatan yaitu Antiga-Pengalon kena refucusing. Sehingga pembangunan jembatan itu dianggarkan di tahun berikutnya. Untuk pembangunan tiga jembatan saat ini sudah berjalan,” ucapnya.

Baca juga:  Tambahan 6 Positif COVID-19 Baru di Bali, 1 Masih Diinvestigasi Karena Ini

Surata Jaya, menambahkan, kalau progres pengerjaaan tiga jembatan yang telah berjalan baru beberapa persen. Untuk pegerjaan Jembatan Asak Subagan 3 dan Tukad Tutus progresnya baru sekitar 2 persen karena kontraknya dimulai pada tanggal 21 Juli 2021, sedangkan untuk jembatan menuju Pura Tunggul Besi Desa Besakih kontraknya baru dimulai tanggal 9 Agustus 2021.

“Untuk sementara belum ada hambatan dalam pengerjaan jembatan. Semuanya masih berjalan dengan baik. Target pengerjaaan jembatan selama 150 hari kalender, yaitu sampai Desember mendatang. Semoga tidak ada halangan nanti selama proses pembangunan jembatan sehingga bisa diselesaikan tepat waktu,” harap Surata Jaya.

Baca juga:  2018, Pembangunan Pasar Loka Crana Dilanjutkan

Sebelumnya, Bupati Karangasem, I Gede Dana, pihaknya ingin jembatan ini dibangun dengan baik. Karena pihaknya tak ingin pengerjaan jembatan tidak asal-asalan, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lama bagi masyarakat sekitar.

“Kami kontraktor agar mampu menghasilkan fisik jembatan sesuai perencanaan. Sebab, ekspektasi masyarakat terhadap jembatan ini sangat besar, karena warga dari kedua desa selama ini sangat terbantu dengan adanya jembatan ini. Masyarakat juga harus ikut serta mengawasi pengerjaannya,” kata Gede Dana. (Eka Prananda/Balipost).

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *