Vaksinator tengah menyuntikkan vaksin COVID-19 untuk siswa/i SMP di Denpasar. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Untuk mengejar target kekebalan kelompok di Bali, terutama untuk anak-anak usia 12-17 tahun, pelaksanaan vaksinasi terus digencarkan. Dari data yang dihimpun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, vaksinasi anak hingga minggu lalu mencapai 54 ribuan dari total target sebanyak 500 ribuan.

“Kira-kira baru mencapai 14 persen dari 500 ribu target di Bali,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K)., saat dikonfirmasi, Jumat (23/7).

Dari total 54 ribu capaian, yang paling banyak yakni di Badung sebanyak 10 ribu anak. Kemudian, kabupaten Buleleng sebanyak 7.400, Karangasem 7.300 dan Denpasar 7.100 dan lainnya. Dari pelaksanaan vaksinasi yang terus dilakukan, diperkirakan minggu ini jumlahnya sudah naik.

Baca juga:  Libur Akhir Tahun, GIPI Optimis Bali Tetap Jadi Destinasi Pilihan

Pihaknya menargetkan vaksinasi anak ini bisa sesegera mungkin tercapai keseluruhan. Namun, kata dia, memang masih ada sejumlah faktor yang menjadi kendala, seperti ketersediaan vaksin, fasilitas yang melaksanakan, kesiapan di sekolah masing-masing, maupun distribusi vaksin ke setiap kabupaten.

Meski demikian, prinsipnya tetap harus sesegera mungkin agar target kekebalan kelompok bisa tercapai. “Semakin cepat semakin baik. Kita harus dukung, prinsipnya adalah As soon as possible,” ucapnya.

Baca juga:  Pujawali Purnama Kalima di Pura Pasar Agung, Sehari Langsung Masineb

Lebih lanjut kata dia, selama pelaksanaan vaksinasi anak, belum ada ditemukan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sejauh ini pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar. “Yang jelas kami belum ada menerima laporan di grup Kipi Bali,” ucapnya.

Kabupaten Badung yang capaian Vaksinasi untuk anak paling tinggi mencapai 10 ribu orang, terus bergerak melakukan vaksinasi. Hal ini juga sebagai upaya untuk mendukung rencana pembelajaran tatap muka (PTM).

Seperti yang disampaikan Ketua PGRI Badung, Wayan Tur Adnyana. Pihaknya selaku Ketua organisasi Profesi, telah mengajak jajarannya di PGRI untuk menjembatani semua kegiatan vaksinasi ini di masing masing satuan pendidikan di kecamatan masing masing.

Baca juga:  Alami Penurunan, Kepatuhan Menerapkan Prokes Saat Libur Panjang

Bila masih ada sekolah yang anak-anaknya belum divaksin, pihaknya berharap agar dicarikan solusi, kepada aparat khususnya ke Dinas Pendidikan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Agar koordinasi bersama ini bisa berjalan dengan lancar dan mencapai hasil maksimal. “Dengan semua telah divaksin, sehingga nantinya saat PTM mulai diberlakukan, tidak ada lagi alasan ada anak yang belum divaksin,” katanya saat ditemui di sela kegiatan Vaksinasi di SMPN 1 Kuta, Jumat. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *