Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, saat monitoring ke cabor panjat tebing, di Tabanan, Rabu (9/6). (BP/Ist)

TABANAN,BALIPOST.com – KONI Bali melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pelatda, cabor panjat tebing, di Lapangan Alit Saputra, Rabu (9/6). Cabor panjat tebing, diharapkan mampu mendulang 3 keping emas, pada PON Papua, Oktober mendatang.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di sela-sela kunjungannya, menuturkan Bali memiliki atlet panjat tebing andalan, seperti atlet pelatnas Desak Made Rita Kusuma Dewi, termasuk pasangan suami istri Temi Teli Lasa dan Nadya Putri Virgita. “Selain itu, Bali juga memiliki Rifaldi Ode Ridjaya dan Julianto Prasetyawan. Saya kira peluang Bali di nomor perorangan dan beregu,” ungkapnya.

Baca juga:  Giliran Zona Orange Ini Catatkan Belasan Warga Terjangkit

Suwandi mengingatkan, saat ini para atlet sedang bertempur di arena peperangan. Karena itu, atlet diminta fokus dan semangat dalam berjuang. “Saat ini, atlet bukan masanya lagi menuntut dari KONI. Namun, atlet dihadapkan pada situasi berperang, dan bagaimana caranya bisa memenangkan peperangan,” pesan dia.

Dijelaskannya bagi atlet fisik dan stamina sangat diperlukan dalam meraih prestasi. “Saya sarankan atlet rutin digenjot fisiknya, untuk membakar lemak di tubuhnya,” ujarnya. KONI juga siap memberikan perlengkapan, seperti sepatu. “Pelatih harus mengetahui cuaca venue, di Timika. Di hutan Timika tiap hari hujan dan cerah, faktor ini yang perlu dipikirkan,” ucapnya.

Baca juga:  Kroser Perlu Latihan Trail Seperti di PON

Sementara Ketua FPTI Bali Putu Yudi Atmika, menambahkan pihaknya memerlukan peralatan berikut tali, untuk membuat jalur baru. Anak-anak harus berlatih dengan rute dan jalur baru, sehingga tidak monoton, dan biasa menghadapi rintangan serta tingkat kesulitan yang tinggi,” beber dia.

Yudi mengatakan atlet panjat tebing menjalani TC sentralisasi paling lama, persisnya sejak November 2020 lalu.┬áDia mengakui, Bali telah menggelar Mini PON, di Tabanan, yang diikuti atlet PON dari berbagai provinsi. Sedangkan provinsi lain, juga berniat menggelar event serupa. Untuk itu, kata dia, jika atlet Bali melakukan try out, dituntut harus jeli dalam mengikuti kejuaraan, terutama peserta dan levelnya. “Untuk kejuaraan yang sifatnya terbuka, kami harus berpikir dalam mengirimkan atlet, dan kami fokus ikut kejuaraan yang khusus melibatkan atlet PON,”paparnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *