Tumbuh kembangkan wirausaha baru dan menggali potensi ekonomi kreatif, Jembrana menggadeng STMIK Primakara. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Dalam program 100 hari kepemimpinannya, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dan Wabup Gede Ngurah Patriana Krisna menjalin kerja sama untuk menumbuhkembangkan wirausaha baru dan menggali potensi ekonomi kreatif. Pemerintahan Tamba-Ipat ini menandatangani MoU dengan STMIK Primakara.

Menurut Ketua STMIK Primakara I Made Artana, S. Kom., M.M., pihaknya telah menandatangani MoU dengan Bupati Jembrana, Nengah Tamba, S.H., Sabtu (5/6), serangkaian peringatan 100 hari kepemimpinan Tamba-Ipat.

Dalam MoU ini, STMIK Primakara akan membantu program penumbuhan wirausaha baru di Inkubator Wirausaha Jembrana yang didirikan Pemkab Jembrana. Secara umum ruang lingkup kerja sama ini meliputi pengembangan kemitraan ekosistem agrobisnis, berbasis teknologi informasi, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, seminar dan lokakarya, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta pengembangan SDM dan kewirausahaan.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD, Bupati Tamba Komitmen Genjot PAD Jembrana

“Pemkab Jembrana mempunyai program inovasi dan kewirausahaan lewat Inkubator Wirausaha Jembrana. Jadi kami dari STMIK Primakara akan membantu pembinaan wirausaha secara umum, penumbuhan wirausaha baru dan khususnya juga dalam hal digitalisasi UMKM,” terang Artana.

Dijelaskan Artana yang telah lebih dari 20 tahun bergerak dalam bidang IT ini, dari kolaborasi akan lahir wirausaha atau pelaku UMKM baru yang tangguh, kreatif, dan profesional di “Bumi Mekepung.”

Baca juga:  Desa di Bali Rata-rata Dapat Dana 1 Miliar dari APBN, Ini Pesan Gubernur Koster

“Untuk lebih detailnya potensi-potensi apa yang akan kita gali dan akan dikomunikasikan lebih lanjut. Tapi secara sepintas, kami melihat juga potensi usaha pertanian dan perikanan sangat besar di Jembrana,” ungkap Artana didampingi Kepala Pusat Inovasi Primakara I Gede Juliana Eka Putra.

Ia mengatakan pihaknya akan masuk di digitalitasi UMKM. “Apapun produk dan kemasannya semua harus digital,” sambung Artana yang juga Direktur Utama Alfa Prima ini.

Selain itu, Artana melihat yang belum terdata optimal adalah potensi ekonomi kreatif. “Dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, kita akan lihat mana yang bisa dimunculkan dan kita akan lihat berapa yang eksisting,” ujar Artana.

Baca juga:  Diduga Tabrak Pemotor hingga Tewas, WN Australia Ditahan

Pihaknya optimis ekosistem kewirausahaan, digitalitasi UMKM, termasuk ekonomi kreatif bisa tumbuh lebih cepat di Jembrana. Sebab, latar belakang pemimpinnya yakni Bupati Tamba merupakan seorang pengusaha.

Ia berharap gerakan pendampingan UMKM jadi sinergi dan kolaborasi yang kuat. “Kami juga bercita-cita STMIK Primakara jadi epistetrum, pusat dalam hal terkait startup, penumbuhan wirausaha baru, dan digitalisasi UMKM,” pungkas Artana. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *