Ruko sembako terbakar. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Rumah toko (ruko) tempat berjualan sembako milik Sri Raka (78) di Banjar Tebuana, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar terbakar, Kamis (20/5) sekitar pukul 00.10 WITA. Dalam peristiwa itu, dua orang nyaris terpanggang.

Beruntung ada tetangga yang mengetahui peristiwa tersebut, sehingga cepat memberikan pertolongan. Dugaan sementara kebakaran akibat arus listrik.

Informasi dihimpun, saat kejadian rumah dalam keadaan terkunci dan ada 2 orang perempuan lansia yakni Sri Raka dan Linda Wati. Keduanya merupakan pemilik kakak beradik.

Baca juga:  Kejari Gianyar Musnahkan Barang Bukti 164,92 Gram Shabu dan 20,08 Gram Ganja

Api pertama kali dilihat oleh saksi Candra Eka Gunawan (51) yang tinggal di sebelah selatan TKP. Saat itu, Candra sedang duduk di teras rumahnya dan mendengar suara ledakan, juga melihat kepulan asap serta kobaran api di atas rumah korban.

Candra membertahukan kepada warga lainnya, Putu Antar (49). Bersama-sama, ia memberitahukan kepada tetangga sebelah rumah bahwa rumah korban Sri Raka kebakaran. Candra dan Putu Antar kemudian melapor ke Mapolsek Sukawati.

Baca juga:  Salah Satu Warga Positif COVID-19, Ini Dilakukan LPD Serongga

Atas laporan itu, polisi kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar yang ada di Posko Sukawati. Tidak berselang lama kemudian, 2 unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Gianyar datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman.

Disusul 3 unit mobil pemadam bantuan dari Posko Ubud. Sekitar pukul 00.50 WITA, api dapat dipadamkan. Barang-barang yang terbakar merupakan barang dagangan sembako. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Baca juga:  Hendak Pulang Tapi Terkendala Penerbangan, Warga Prancis Ditemukan Tak Bernyawa di Villa

Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan mengatakan atas kejadian tersebut anggota Polsek Sukawati malam itu langsung turun ke TKP minta keterangan sejumlah saksi dan melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan dugaan sementara penyebab kebakaran akibat arus pendek. (Agung Yuli/denpost)

BAGIKAN