Sempadan sebuah perumahan ambrol dan materialnya menutup saluran irigasi Subak Masceti. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Senderan tanah perumahan di Desa Tulikup ambrol menutupi saluran irigasi Subak Masceti, Desa Tulikup. Menurut PerbekelTulikup, I Made Ardika, Minggu (9/5), kondisi ini menyebabkan Subak Masceti kekeringan.

Diungkapkannya, aparat Desa Tulikup, TNI, Polri dan Kelian Pekaseh sudah turun mengecek langsung ke lokasi longsoran. Ardika menjelaskan senderan tanah perumahan ini memiliki ketinggian 10 meter dengan panjang sekitar 20 meter.

Baca juga:  Empat Desa di Ubud Dapatkan Prioritas Vaksin

Dari hasil pengecekan di lapangan, Perbekel Tulikup menyayangkan pengembang membuat senderan dengan mencaplok sempadan saluran irigasi. Pembangunan senderan sangat mepet dengan saluran irigasi sehingga terlihat tidak ada sempadan sungai. “Akibatnya, beton saluran irigasi pecah,” tuturnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah longsornya senderan tebing. “Kebetulan saat senderan ambrol, tidak ada buruh yang bekerja,” ucapnya.

Material longsoran hanya menimbun saluran irigasi Subak Masceti, Desa Tulikup. “Dampaknya, petani Subak Masceti kekeringan karena air subak tidak bisa mengalir,” jelanya.

Baca juga:  Pengembang Perumahan di Tulikup Sanggupi Tuntutan Krama Subak Masceti

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Ardika akan memanggil pengembang untuk bertemu di Kantor Desa Tulikup. Rencananya pertemuan tersebut diselenggarakan Senin (20/5) dengan menghadirkan, Kelian Dinas, Kelian Subak Masceti dan tokoh masyarakat serta pengembang. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *