Hanif Yahya. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tiga indikator perekonomian Bali menunjukkan perbaikan walaupun tidak signifikan. Ketiga indikator ini adalah inflasi, ekspor-impor atau neraca perdagangan, dan nilai tukar petani (NTP).

Kepala BPS Bali, Hanif Yahya, Senin (3/5), mengatakan perkembangan inflasi Denpasar pada April 2021 mencapai 0,46% (mtm). Kondisi ini bisa menjadi indikasi daya beli membaik. Salah satu faktornya adalah adanya hari raya Galungan dan Kuningan serta dimulainya bulan Ramadan.

Indikator lain yang mengalami perbaikan yaitu Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2021 yaitu 92,12, naik 0,72% dibandingkan Maret 2021. NTP tersebut nilainya masih di bawah 100, karena komponen indeks yang diterima petani sebesar 99,47 pada April 2021 mengalami kenaikan 0,86% dibandingkan Maret 2021.

Baca juga:  Petugas Jaga Malam Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

Sedangkan indeks yang dibayar petani 107,99%, naik 0,13%. “Dengan kondisi angka indeks yang dibayar lebih besar dari indeks yang diterima menyebabkan, NTP di bawah 100,” ujarnya.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada April 2021 sebesae 93,02%, naik 0,58% dibandingkan Maret 2021. Jika dilihat per subsektornya, NTP Tanaman Pangan (TP) pada April 2021 89,86, turun 2,75%. Sedangkan subsektor lain seperti hortikultura, 94,86 untuk hortikultura, naik 2,67%, tanaman perkebunan rakyat (TPR) 81,32, naik 2,28%, peternakan 100,48 naik 2,11%, perikanan 100, naik 2,15%.

Baca juga:  Pasca Pilbup, Askab PSSI Badung Gelar Kongres

Indikator neraca perdagangan Bali juga surplus pada Maret 2021 sebesar USD 42,31 juta. Ekspor Bali pada Maret 2021 sebesar USD 47,60 juta, naik 19,76% dibandingkan Februari 2021 yang hanya sebesar USD 39,75 juta. Dibandingkan Maret 2020 atau yoy, ekspor Bali juga mengalami kenailan USD 44,16 juta, naik 7,7%. “Jadi secara yoy maupun mtm, naik cukup baik,” imbuhnya.

Indikator yang belum menunjukkan perbaikan, lanjutnya, ada dua yaitu pariwisata dan transportasi. Pariwisata pada Maret 2021, jumlah kunjungan wisman langsung ke Bali turun 75% dibanding Februari 2021. Sementara jumlah kunjungn wisman Januari – Maret 2021 sebanyak 25, turun 100%. “Kunjungan wisman memang belum ada perubahan dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga:  Tanggapi Isu Kelangkaan Elpiji di Jembrana, Pertamina Gelar Pasar Murah

Kondisi keberangkatan domestik pada Maret 2021 sebanyak 1.458 penerbangan, naik 28,46% dibanding Februari 2021. Tapi dibandingkan Maret 2020, turun 48,81%.

Pada Maret 2021, keberangkatan domestik 117.088, naik Februari 74,65%. Jika dibandingkan keberangkatan domestik pada Maret 2021, turun 53,81% sehingga secara kumulatif, jumlah penumpang pesawat domestik pada Januari – Maret sebanyak 307.315 penumpang dan secara yoy turun 70,85%. Keberangkatan internasional juga turun 98% secara yoy meski tidak ada penumpang yang diangkut, hanya kargo. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *