Dian Siswarini. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rapat Umum Pemegang Saham XL Axiata digelar Jumat (23/4). Dalam paparan publik XL Axiata yang disiarkan lewat aplikasi Zoom dipantau dari Denpasar, President Director and CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan salah satu yang menjadi bahasan adalah kinerja XL Axiata di 2020.

Ia mengutarakan jika berbicara 2020, ada pandemi yang memberikan tantangan luar biasa dalam kinerja XL Axiata. Namun, XL Axiata disebutkannya berhasil tumbuh di atas pasaran.

Dari kinerja pendapatan, terjadi kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) di 2020, dikatakannya merupakan tertinggi dalam sejarah mencapai Rp 13 triliun atau naik sebesar 31 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca juga:  Wisatawan Singapura ke Indonesia

Laba bersih dinormalisasi sebesar Rp 679 miliar dan Return on invested capital (ROIC) dapat dipertahankan dengan baik, sebesar 4,6 persen di 2020.

Faktor yang membuat XL berhasil mencapai capaian itu karena adanya strategi yang tepat dan difokuskan memberikan layanan terbaik ke pelanggan. “Marjin EBITDA naik dalam tiga tahun berturut-turut,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan keputusan yang lebih baik bisa diambil melalui teknologi advanced analytic yang dimiliki XL. “Peningkatan efisiensi pelayanan pelanggan melalui digitization mampu meningkatkan penggunaan bulanan pelanggan sebesar 119 persen,” ujar Dian.

Baca juga:  Libur Lebaran, Trafik Data XL Naik 57 Persen

Investasi jaringan yang berkelanjutan, terutama pada 4G di luar Jawa, juga berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan. “Membawa pertumbuhan yang kuat di sektor finansial atau revenue,” ungkapnya.

Diungkapkan Chief Financial Officer, Budi Pramantika, di 2020 kontribusi luar Jawa mencapai 25 persen atau double digit. “Di 2021, kita akan terus melakukan investasi di luar Jawa dengan harapan kontribusinya tetap naik,” katanya.

Bahkan, dikatakan Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, CAPEX pada 2021 akan diinvestasikan sebesar 60 persen untuk luar Jawa. Pada tahun lalu, masih 50-50 persen.

EBITDA tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan karena fokus perusahan terhadap profitabilitas dan perusahaan tetap mencetak laba bersih. EBITDA mengalami kenaikan sekitar 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal di Bali Kembali Bertambah, Kasus Baru Masih Capai Puluhan

Fokus 2021, XL Axiata akan tetap melanjutkan strategi operational excellence dengan berfokus pada customer intimacy. Ditargetkan, di 2021, pertumbuhan pendapatan tumbuh rata-rata sebesar industri, marjin EBITDA diusahakan sekitar 50 persen, dan CAPEX (capital expenditure) sebesar Rp 7 triliun.

Ditambahkan Chief Enterprise and SME Officer, Feby Sallyanto penambahan lini baru, seperti IoT dan, ICT, big data analytic, dan Cloud, diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan. Namun, ia mengatakan tidak bisa secara gamblang menjelaskan sumbangan penambahan lini baru ini ke kinerja perusahaan. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *