Salah satu goa yang menjadi tempat berlindungnya tentara Jepang di Penelokan kini dalam kondisi tak terawat. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com -Pengunjung obyek wisata Penelokan, Kintamani mungkin tidak asing dengan keberadaan goa yang ada di barat jalan, seberang view point Penelokan. Goa yang posisinya berjejer itu konon dibangun sebagai tempat perlindungan tentara Jepang.

Meski berada di areal obyek wisata dan punya nilai sejarah, sayangnya kondisi goa tak terawat. Beberapa ada yang dibiarkan tertutup batu dan longsoran tebing tanah.

Perbekel Desa Batur Tengah I Made Sasmika mengatakan goa di Penelokan itu merupakan peninggalan Jepang. Diperkirakan goa itu sudah ada sejak tahun 1942.

Goa itu dulunya dibangun masyarakat lokal sekitar dan dipakai untuk perlindungan tentara Jepang dari serangan Jerman yang merupakan sekutu Belanda. “Kalau menurut cerita bapak tiang, kalau perang dulu Jepang melawan Belanda, memang lintasannya ke Singaraja lewat ke sana,” ujarnya, Kamis (15/4).

Baca juga:  Ini Alasannya, Tari Rejang Renteng Tak Patut Dilombakan

Lanjut dikatakannya, jika pada zaman itu, Jepang banyak membuat goa perlindungan, lain halnya dengan tentara Belanda yang banyak membuat tempat dengan bentuk seperti bale bengong. Sasmika mencontohkan peninggalan Belanda seperti itu masih ada di Penelokan. Ada dua, yaitu di sebelah SPBU dan dekat Restoran Selera. “Sekarang sudah hancur dimakan usia,” jelasnya.

Sasmika mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah goa di Penelokan. Kata dia, antara satu goa dengan goa lainnya tidak berhubungan alias buntu.

Baca juga:  Rentan Diserang Penyakit, Pekerja TPA Landih Minta Dicek Kesehatannya

Diakui goa peninggalan jepang itu kondisinya tidak terawat. Pihak yang punya tanggung jawab merawatnya adalah Pemkab Bangli. “Karena itu ada di daerah kawasan pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya jika saja keberadaan goa itu dirawat dan dikelola dengan bagus, maka bisa dijadikan sebagai obyek wisata sejarah. Pemkab Bangli, kata dia, sempat berencana dan berjanji akan menata goa itu serta membangun patung Mangku Pucangan di areal Penelokan. “Mangku Pucangan itu pengiringnya Dewi Danu dari Tampaksiring untuk beryoga di tengah segara. Jadi dulu janjinya mau dibangunkan patung Mangku Pucangan di sana,” jelasnya.

Baca juga:  Demi Bersekolah, Siswa di Siakin Rela Tempuh Jarak 6 Kilo

Pihaknya berharap pemerintah bisa benar-benar menata keberadaan goa itu. Termasuk membangun patung Mangku Pucangan sebagai situs sejarah. “Harapan saya selaku masyarakat dan Perbekel Batur Tengah, pariwisata di Penelokan supaya betul-betul ditata bagus. Karena itu sumber PAD. Biar tidak di areal kawasan itu kelihatan kumuh seperti tidak ada mengurus,” ujarnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.