Salah satu pedagang cabai di Pasar Umum Galiran.(BP/Dokumen)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Menjelang hari raya Nyepi Tahun Caka 1943, harga-harga kebutuhan pokok seperti bumbu dapur dan daging ayam di Pasar Umum Galiran Klungkung mengalami lonjakan. Ini terjadi karena naiknya permintaan konsumen, sebagai persiapan untuk melaksanakan catur brata penyepian, Minggu (14/3).

Bahkan, cabai yang sudah sejak lama terpantau naik. Kini harganya terus melonjak hingga Rp 130 ribu per kg.

Rangkaian Nyepi ini diikuti dengan pelaksanaan berbagai upacara agama sebagaimana tradisi umat Hindu di Bali. Sehingga banyak sarana atau kebutuhan masyarakat, utamanya untuk olahan persembahan upacara.

Maka, imbasnya harga kebutuhan pokok, utamanya cabai di pasar, lagi mengalami lonjakan drastis sejak dua hari terakhir. Seperti di Pasar Umum Galiran, Jumat (12/3) pagi, harga cabai sudah mencapai Rp 130 ribu per kg, untuk jenis cabai rawit merah.

Baca juga:  Ini Tambahan Kasus Positif Covid -19 di Karangasem

Harga ini melonjak dari dua hari lalu yang sempat turun menjadi Rp 100 ribu per kg. Namun, walaupun harganya mahal, sejumlah pedagang mengaku penjualan tetap tinggi dibandingkan hari-hari bisanya.

Sebab, satu pedagang eceran bisa menghabiskan hingga 10 kg per hari karena tingginya permintaan. Ini naik dua kali lipat dari hari biasanya yang hanya 5 kg saja. “Modalnya Rp 120 ribu per kg, beli di pasar grosir, lalu jual Rp 130 ribu. Tergantung rejekinya. Kadang laku 10 kg per hari, kadang cuma laku 5 kg. Kalau tidak habis dijual, terpaksa dibawa pulang untuk keperluan sendiri,” katanya.

Baca juga:  Waspada Siklon Tropis Seroja, BPBD Klungkung Tebang Pohon Besar

Selain cabai, harga daging juga ikut merangkak naik. Seperti daging ayam ras, harga 1 kg dari sebelumnya Rp 32 ribu, sejak Kamis harganya sudah naik Rp 6 ribu menjadi Rp 38 ribu per kg.

Tidak hanya harga yang naik, penjualan juga ikut terdongkrak naik. Seperti untuk kebutuhan daging babi, dari satu pedagang awalnya hanya menjual 100 kg per hari, saat hari raya ini bisa laku 250 kg per hari dengan harga Rp 90 ribu per kg. “Dari dua ekor babi, jadinya sekitar 250 kg. Laku Rp 90 ribu per kg,” ujarnya.

Baca juga:  Dari Harga Tanah untuk Bangun Pusat Kebudayaan Bali hingga Jerinx Bicara Banding Kejaksaan

Tingginya permintaan konsumen terhadap ragam kebutuhan pokok menjelang Nyepi, juga membuat kebutuhan pendukung lainnya ikut naik. Misalnya sayuran, harganya juga naik rata-rata sekitar 10 persen.

Namun, beda dengan kebutuhan lainnya, untuk beras terpantau masih normal. Beras c4 lokal Rp 9000 per kg dan untuk beras premium Rp 10.500 per kg. Situasi ini diperkirakan akan terus terjadi sampai H-1 Nyepi. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.