Branjangan. (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – PP Perpani berharap event Sirkuit Nasional (Sirnas) panahan tetap terlaksana di Lapangan Bali Beach, pada 24-30 Maret. Pasalnya, hajatan nasional itu sudah direncanakan jauh-jauh hari, namun terus terkendala pandemi covid-19, sehingga pelaksanaannya terus molor.

Bidang Organisasi PP Perpani Branjangan, di Denpasar, Selasa (2/3) menerangkan, rencana awal Sirnas diselenggarakan di Jakarta. Akan tetapi, terkendala pandemi covid-19, sehingga PP Perpani mencari alternatif tuan rumah di provinsi lain, yang penting aman dan rendah kasus wabah virus coronanya. “Akhirnya kami punya solusi menyelenggarakan Sirnas di Pulau Dewata,” cetus Branjangan.

Baca juga:  Pasca Kebakaran, Biaya Perbaikan Pasar Ubud Dibebankan ke APBD

Sebagaimana jadwal awal, kata dia, Sirnas diadakan pada 3-9 Februari. Kenyataannya, justru awal Februari kasus covid-19 di Pulau Seribu Pura ini meningkat, dan akhirnya ditunda pada akhir Maret. “Kami ingin Sirnas panahan tidak ditunda-tunda lagi, meskipun virus corona ini susah diprediksi kapan berakhir,” tegas Branjangan yang juga Satgas Timnas panahan Olimpiade ini.

Sementara, Ketua Panpel Sirnas Infithar Fajar Putra menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Bali. Fajar Putra juga menyiapkan dua lapangan terpisah di kompleks Bali Beach yakni di lapangan sepak bola dan Grand Rama. “Tujuannya, untuk memilah jumlah peserta agar tidak terjadi kerumunan massa,” terangnya.

Baca juga:  Tiga Negara Marakkan Sirnas Bali

Ia pun mengakui, animo peserta cukup tinggi. Terbukti hingga kini tercatat 300 peserta dan diperkirakan mencapai 500-600 peserta hingga hari H pelaksanaan. “Tim panahan PON dari berbagai provinsi menyatakan ikut berpartisipasi,” ucapnya.

Fajar Putra mencontohkan, tim PON yang mengirimkan atlet panahan seperti DKI, Jateng, Jatim, Kalsel, DIY, Papua, serta tuan rumah Bali. “Bali meloloskan empat atlet panahan ke PON Papua,” ungkap dia. Fajar Putra terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Bali, supaya pelaksanaan Sirnas panahan bisa terealisasi. Apalagi, hajatan ini juga mendapat respons dari KONI Bali, guna memulihkan sektor pariwisata sekaligus mendukung program sport tourism. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.