Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokes) Polri Brigjen Rusdianto (kanan). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu masih menyisakan pekerjaan rumah. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengungkapkan ada sejumlah korban belum berhasil diidentifikasi.

Sebanyak tiga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut tidak berhasil diidentifikasi karena tak ada sampel pembanding DNA. “Tidak ada sampel pembanding DNA yang masuk kepada kami,” kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokes) Polri Brigjen Rusdianto, di Jakarta, Selasa (2/3) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Seorang Wanita Dijemput Tim Medis COVID-19

Tiga korban yang belum teridentifikasi yakni Panca Widya Nursanti seorang perempuan berumur 46 tahun, Arkana Nadi Wahyudi anak laki-laki berumur 7 bulan, dan Dania perempuan berumur 2 tahun. “Setelah diperiksa semua sampel DNA dari body part korban, tidak ditemukan sampel DNA untuk tiga nama tersebut,” ujar Rusdi.

Namun, dia memastikan pihaknya akan menerbitkan surat keterangan kematian untuk tiga korban yang belum teridentifikasi itu. Hingga kini dari 62 korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, yang telah berhasil diidentifikasi bertambah sebanyak 59 orang.

Baca juga:  Basarnas Terima Serpihan Diduga dari Pesawat Sriwijaya Air

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *