Sang ibu menggendong bayi dengan organ vital tak sempurna yang lahir pada Selasa (23/2). (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang bayi buah pasangan suami istri (Pasturi) I Dewa Made Rai Sudarsana dan Made Giriantini warga Banjar Dinas Kerobokan, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu lahir dengan kelainan pada organ vital. Bayi yang dilahirkan melalui operasi Ceasar itu alat kelaminnya belum terbentuk sempurna.

Kondisi ini membuat orangtuanya bingung apakah buah hatinya itu berjenis kelamin laki atau perempuan. Meski begitu, bayi ketiga dari pasutri ini dinyatakan sehat dan dapat melakukan buang air kecil lewat lubang kelaminnya.

Orangtua bayi didampingi iparnya Jro Komang Warjani, Kamis (25/2) menceritakan, tanda-tanda persalinan terjadi pada Selasa (23/2). Saat itu, sang ibu (Giriantini) merasakan perutnya sakit. Kondisi itu diikuti dengan keluarnya air ketuban.

Baca juga:  Pastikan Tak Ada Kerumunan Massa di Kuta, Ini Dilakukan Desa Adat

Ia memeriksakan kehamilannya ke Puskemas Busungbiu II. Karena sudah memasuki fase melahirkan, petugas di Puskemas kemudian merujuk ke Rumah Sakit Karya Dharma Usada (KDAH) Bross Singaraja. “Pagi hari sudah mengeluh sakit dan keluar air, lalu saya ajak ke puskemas dan setelah dipeirksa katanya sudah malu lahir dirujuk ke Singaraja,” katanya.

Sekitar pukul 18.00 WITA, bayi ketiga dari pasangan itu lahir. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, ternyata organ pada alat kelaminnya belum terbentuk sempurna.

Baca juga:  Dua Zona Merah Kembali Tambah Korban Jiwa COVID-19

Satu sisi organ vital itu sudah berbentuk vagina. Tepat di organ itu muncul alat vital jenis penis tetapi belum terbentuk buah zakar.

Meski belum jelas jenis kelaminnya, sang bayi sendiri dapat mengeluarkan kencing lewat lewat lubang organ vital yang belum terbentuk sempurna itu. “Saya bingung apakah anak kami ini laki atau permpuan. Syukurnya, bisa kencing lewat lubang di alat vitalnya itu,” jelasnya.

Baca juga:  Denpasar Masih Catatkan Puluhan Kasus Positif COVID-19 Baru, Didominasi Klaster Ini

Bayi dengan berat 3,2 kilogram ini, pada Jumat (26/2), akan menjalani pemeriksaan lanjutan pasca operasi. Keluarga mengaku tidak menyangka, karena selama mengandung tidak mengalami permasalahan. Pemeriksaan USG rutin dilakukan dan kondisi bayi dinyatakan sehat dan normal.

Hanya saja, saat USG itu tidak diketahui jenis kelamin sang bayi. “Kami tidak menyangka kalau kelahiran anak kami ini tidak jelas apakah dia laki atau perempuan. Kelahiran sebelumnya normal saja,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.