Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem mengkebut tiga kasus dugaan korupsi yang terjadi di Karangasem. Ketiga kasus yang saat ini sedang ditangani, yakni kasus korupsi OTDW, bedah rumah di Tianyar, Karangasem serta dugaan penyimpangan pengadaan masker di Dinas Sosial Karangasem.

Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi, mengungkapkan, tiga kasus dugaan korupsi ini akan terus dikebut hingga penyelesaian. Dan beberapa kasus telah masuk dalam tahap P21.

Kata dia, ada beberapa dugaan kasus korupsi, diantaranya kasus obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW), bedah rumah serta yang terbaru dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan masker oleh Dinas Sosial Karangasem untuk seluruh Kecamatan di Karangasem.

Baca juga:  Jual Beli Fasilitas Lapas Sudah Sistematis

“Saat ini kasus yang sedang dalam penanganan akan terus dikejar hingga akhir. Kasus OTDW yang telah ditangani sudah masuk dalam tahap P21, dan kasus dugaan kasus bedah rumah masih dalam penyelidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan BPKP dalam menghitung Kerugian Negara (KN),” ujarnya dalam acara pelantikan Kasi Pengelola BB dan Rampasan.

Kalbu, menjelaskan, kasus-kasus yang saat ini sedang ditangani, akan di terus di kejar penyelesaiannya. Ada beberapa kasus yang sudah masuk dalam tahap P21, seperti kasus ODTW (Objek dan Daya Tarik Wisata), kasus bedah rumah di Tianyar yang merupakan hibah dari Badung sudah masuk dalam tahap penyelidikan dan pendalaman bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam menghitung kerugian Negara (KN).

Baca juga:  Korupsi APBDes, Perbekel Satra Dituntut 3,5 Tahun

“Kita telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya penyimpangan pengadaan masker oleh Dinas Sosial. Dan saat ini tim Intelijen Kejari Karangasem masih melakukan pendalaman,” jelasnya.

Termasuk, laporan dari masyarakat terkait dugaan terjadinya penyimpangan pengadaan masker oleh Dinas Sosial Kabupaten Karangasem. Nilai pengadaan sebesar Rp 2,9 milliar yang saat ini masih dilakukan pendalaman. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.