Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jumlah tambahan korban jiwa COVID-19 di Bali pada Rabu (10/2) mencapai 10 orang. Ada enam kabupaten/kota yang melaporkan tambahan warga meninggal karena COVID-19.

Dilihat dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tiga besar penyumbang kasus seluruhnya merupakan zona merah. Yaitu Denpasar di posisi pertama dengan 3 orang, Tabanan di posisi kedua dengan 2 orang, dan Gianyar peringkat ketiga yang juga melaporkan tambahan 2 warganya meninggal.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya masing-masing bertambah 1 pasien meninggal. Yaitu Jembrana, Bangli, dan Klungkung.

Denpasar pada hari ini tidak hanya melaporkan kasus baru terbanyak dengan jumlah 113 orang, juga menempati posisi pertama penyumbang korban jiwa terbanyak.

Pasien pertama merupakan seorang laki-laki berusia 68 tahun. Warga Tabanan ini masuk ke RS Semara Ratih pada 3 Februari dan terkonfirmasi sehari setelahnya.

Pasien ini dirujuk ke RSUP Sanglah pada 7 Februari. Meninggal sehari setelah dirujuk dengan penyakit penyerta gangguan paru.

Pasien kedua adalah seorang laki-laki berusia 65 tahun. Warga Tabanan ini masuk ke RSUP Sanglah pada 19 Januari, seminggu setelah terkonfirmasi COVID-19, 12 Januari. Meninggal pada 30 Januari dengan penyakit penyerta sepsis dan gagal ginjal.

Baca juga:  Bali Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Esport

Pasien ketiga merupakan seorang perempuan berusia 53 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RS Balimed pada 21 Januari. Terkonfirmasi sehari setelah masuk RS dan meninggal pada 10 Februari. Tidak ada penyakit penyerta yang dilaporkan.

Pasien keempat merupakan seorang laki-laki berusia 59 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUD Wangaya pada 1 Februari.

Dikonfirmasi COVID-19 pada 29 Januari dan meninggal pada 9 Februari. Tidak ada penyakit penyerta dilaporkan.

Pasien kelima merupakan seorang perempuan berusia 89 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUD Bali Mandara pada 3 Februari. Terkonfirmasi sehari sebelum masuk RS dan meninggal 9 Februari. Penyakit penyerta yang dilaporkan adalah tekanan darah tinggi.

Pasien keenam adalah seorang pria berusia 72 tahun. Warga Gianyar ini masuk ke RS Ganesha pada 24 Januari dan terkonfirmasi di hari yang sama. Meninggal pada 25 Januari dengan penyakit tekanan darah tinggi dan gangguan paru.

Baca juga:  Dua Pekan, Jembrana Klaim Sudah "Zero" Kasus COVID-19

Pasien ketujuh adalah pria berusia 58 tahun. Warga Gianyar ini masuk ke RSUD Sanjiwani pada 28 Januari. Terkonfirmasi pada hari yang sama masuk RS dan meninggal pada 9 Februari. Tidak ada penyakit penyerta dilaporkan.

Pasien kedelapan adalah pria berusia 50 tahun. Warga Jembrana ini masuk ke RSU Negara pada 1 Februari.

Terkonfirmasi pada 4 Februari dan meninggal 10 Februari. Ada 3 penyakit penyerta dilaporkan, yaitu diabetes melitus, gangguan paru, dan gangguan jantung.

Pasien kesembilan adalah seorang pria berusia 41 tahun. Warga Klungkung ini masuk ke RSUD Klungkung pada 6 Februari.

Terkonfirmasi dua hari sebelum masuk ke RS, 4 Februari. Meninggal pada 10 Februari dengan tidak ada penyakit penyerta dilaporkan.

Pasien kesepuluh adalah pria berusia 55 tahun. Warga Bangli ini masuk ke RSU Bangli Medika Canti pada 9 Februari dan terkonfirmasi di hari yang sama.

Baca juga:  Di Denpasar, 7.918 Calon Peserta Didik SMP Negeri Terverifikasi

Warga ini meninggal di hari masuk ke RS. Penyakit penyertanya adalah gagal ginjal.

Kumulatif korban jiwa COVID-19 di Bali mencapai 767 orang. Rinciannya 763 WNI dan 4 WNA.

Sebaran Korban Jiwa

Dilihat dari sebarannya secara kumulatif, Denpasar mencatatkan korban jiwa sebanyak 158 orang ada di posisi pertama. Posisi kedua dipegang Badung dengan jumlah korban jiwa 117 orang.

Posisi ketiga adalah Gianyar dengan korban jiwa sebanyak 112 orang. Posisi keempat adalah Tabanan dengan jumlah 98 korban jiwa. Buleleng di posisi kelima melaporkan korban jiwa mencapai 84 orang.

Posisi keenam adalah Karangasem yang korban jiwanya mencapai 59 orang. Kemudian, Jembrana ada di posisi ketujuh dengan 56 kasus. Kemudian Bangli ada di posisi kedelapan dengan 49 orang meninggal.

Posisi kedelapan adalah Klungkung yang korban jiwanya mencapai 30 orang. Terdapat pula 2 korban jiwa dari kabupaten lain. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *