Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Lonjakan kasus COVID-19 kembali terjadi pada Selasa (2/2). Jumlahnya mencapai 309 orang sehingga kumulatifnya mencapai 26.866. Untungnya tambahan pasien sembuh juga cukup tinggi, melebihi kasus baru.

Dilihat dari jenis penularannya, sebanyak 286 kasus merupakan transmisi lokal dan 23 kasus adalah pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Untuk kumulatifnya, transmisi lokal merupakan yang terbanyak dengan jumlah 25.618 orang, PPDN 938 orang, dan PPLN 310 orang.

Sementara dilihat dari sebarannya, seluruh kabupaten/kota melaporkan kasus baru. Terbanyak bahkan mencapai 45 persen dari total kasus hari ini dicatatkan satu zona merah, yakni Denpasar. Terdapat 140 orang terkonfirmasi COVID-19.

Posisi kedua sebangai penyumbang terbanyak adalah Gianyar dengan 51 orang. Disusul Tabanan dan Badung yang sama-sama melaporkan 31 kasus baru. Kemudian Bangli di peringkat selanjutnya dengan 21 kasus. Buleleng juga masih melaporkan tambahan kasus hingga 15 orang.

Tiga kabupaten lainnya melaporkan kasus 10 orang hingga di bawah itu. Yakni Klungkung 10 orang, Karangasem 4 orang, dan Jembrana 1 orang. Terdapat juga 5 warga dari kabupaten lainnya dilaporkan terkonfirmasi.

Baca juga:  Pandemi COVID-19, Permintaan Sumbangan Sukarela Komite Sekolah Dosman Tuai Keluhan Orangtua Siswa

Untuk pasien sembuh, seluruh kabupaten/kota juga melaporkan tambahan. Terdapat 372 pasien dinyatakan sembuh sehingga kumulatif pasien sembuh mencapai 22.707 orang.

Dua wilayah yang paling tinggi melaporkan kasus sembuh, di atas 100 orang adalah Denpasar 151 orang dan Badung 103 orang. Terdapat pula tiga kabupaten yang melaporkan tambahan puluhan orang sembuh. Rinciannya Tabanan 27 orang, Gianyar 22 orang, dan Buleleng 25 orang.

Empat kabupaten lainnya melaporkan pasien sembuh belasan orang dan di bawah itu. Yaitu Bangli 17 orang, Jembrana dan Klungkung sama-sama bertambah 10 pasien sembuh, dan Karangasem 6 pasien sembuh. Ada 1 warga kabupaten lain yang juga dilaporkan sembuh hari ini.

Kasus aktif kini berkurang sebanyak 69 orang. Kumulatif kasus aktif mencapai 3.463 orang. Lima besarnya adalah Denpasar 1.109 orang, Badung 729 orang, Gianyar 506 orang, Tabanan 329 orang, dan Bangli 189 orang.

Baca juga:  Dua Zona Orange Jadi Penyumbang Terbanyak Tambahan Warga Meninggal COVID-19

Posisi keenam diduduki Buleleng 165 kasus, Jembrana ada di posisi ketujuh 154 kasus, Karangasem di posisi kedelapan dengan 99 kasus, dan Klungkung di posisi kesembilan karena masih memiliki 51 kasus aktif. Masih ada 113 orang dari kabupaten lainnya dan 19 WNA yang juga dirawat karena belum sembuh dari COVID-19.

Pencegahan Terampuh

Dalam keterangan persnya, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, Senin (1/2), kembali mengingatkan masyarakat terkait pentingnya 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden dipantau dari Denpasar, dr. Reisa mengatakan sudah 11 bulan pandemi ini berlangsung di Indonesia. “Sudah 326 hari kita mempraktekkan 3M ini, cara pencegahan terampuh yang sudah terbukti secara ilmiah,” ujarnya.

Baca juga:  Akan Jalani Karantina dalam Waktu Panjang, "Panic Buying" Terjadi di Melbourne

Ia pun mengingatkan agar tetap produktif di rumah. Walaupun diakuinya masyarakat sudah bosan dengan hal ini, namun ia mengingatkan bahwa virus tidak bosan menyasar kita. “Lengah sedikit, kita akan dalam bahaya besar,” katanya mengingatkan.

Saat ini, kasus aktif nasional mencapai lebih dari 175 ribu kasus. Jumlah yang sangat besar untuk dirawat. Jumlah kasus aktif yang banyak menambah beban rumah sakit, baik itu dari sisi keterisian ruang isolasi maupun ICU. “Di Bali mencapai 69 persen,” ungkapnya.

Kembali lagi, ia mengajak agar seluruh masyarakat bisa mencegah agar tidak tertular virus ini. Sebab, bukan hanya sistem kesehatan yang terbebani jika virus ini makin luas menyebar. Tapi juga kerugian moral dan material tidak terhitung. “Satu orang positif, paling tidak 30 orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut harus ditelusuri dan diperiksa,” ujarnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.