Pengunjung melakukan selfie di depan Pohon Natal dari drum bekas. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pohon Natal berwarna-warni cerah nampak kontras di hamparan pasir. Tak urung, pohon yang dibuat dari drum bekas ini pun jadi sasaran “selfie” pengunjung.

Menurut sang pemilik Kebon Vintage Cars, lokasi berdirinya pohon Natal unik itu, Jos Darmawan, sebagian besar drum-drum yang dipakai pada pohon tersebut dikumpulkan dari para pemulung. Ide unik ini berawal dari keinginannya membuat pohon Natal yang tinggi namun unik.

Baca juga:  Idul Adha, Kapolresta Sumbang 1 Ekor Sapi

Mengingat ia memiliki banyak drum bekas, maka ada keinginan untuk mengolahnya menjadi pohon. Untuk membuatnya, drum bekas dipotong sesuai bentuk yang diinginkan, kemudian disusun membentuk pohon Natal.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pengecatan, dan memasang pernik-pernik Natal yang unik-unik. “Saya kan banyak drum. Drum itukan saya kumpulin dari pemulung-pemulung,” kata Jos, Sabtu (19/12).

Selain karena memiliki stok drum bekas yang banyak, biaya yang dikeluarkan untuk pohon ini lebih murah dibandingkan membeli pohon Natal plastik. Apalagi ketinggian pohon yang dibuat ini mencapai sekitar 7 meter.

Baca juga:  Kejar TO Hingga ke Jatim, Dibekuk Saat Tidur di Emperan

Untuk membuat satu pohon Natal menghabiskan sekitar 12 drum. “Drum Rp 700 ribu, beli cat Rp 250 ribu sama pernak-pernik habis sekitar Rp 2.5 juta. Kalau saya beli yang plastik habis banyak. Yang 4 meter saja sudah sekitar 7 jutaan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam membuat satu pohon diperlukan waktu sekitar 6 hari, yang dikerjakan 4 orang pegawainya. Untuk membuat pohon Natal yang tinggi itu kokoh, ia memasangkan besi. “Ya ga tau teman-teman ngelihatnya seperti apa. Kalau saya cuman ngelihatnya jadi sesuatu yang lucu aja. Artinya punya makna, bahwa di Desember ini kita merayakan Natal walaupun di suasana yang prihatin, di era pandemi ini”, papar Jos. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.