Tangkapan layar peta risiko penyebaran COVID-19 di Indonesia. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Arah penanganan COVID-19 di Bali pada minggu ini kembali menunjukkan penurunan alias memburuk. Sebab dari hasil evaluasi mingguan yang dirilis website resmi COVID-19 nasional per 13 Desember, terdapat dua kabupaten kembali masuk zona merah.

Padahal, dalam sebulan lalu, kinerja penanganan COVID-19 di Bali menunjukkan arah membaik. Bahkan sudah ada kabupaten yang masuk ke zona kuning atau risiko rendah penyebaran COVID-19. Kabupaten yang sempat masuk zona kuning secara bergantian adalah Tabanan, Buleleng, Klungkung, dan Jembrana.

Sayangnya, dari data terbaru, dua kabupaten masuk lagi ke zona merah. Adapun kabupaten yang kembali masuk zona risiko tinggi itu adalah Tabanan dan Gianyar.

Sisanya sebanyak tujuh kabupaten masih ada di zona orange. Yakni Jembrana, Badung, Denpasar, Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng.

Baca juga:  Karena Ini, Warga Iran Diamankan di Banten

Pada minggu sebelumnya, seluruh kabupaten/kota di Bali masuk ke zona orange. Padahal, sebelum itu, sudah tiga minggu terdapat dua kabupaten yang masuk zona kuning.

Dari data Satgas Penanganan COVID-19 Bali, Tabanan dan Gianyar memang secara kontinyu menambah kasus relatif signifikan. Bahkan Tabanan sempat mencatatkan rekor tambahan kasus hingga seratusan orang dikarenakan klaster mahasiswa Politeknik Transportasi Darat (Poltrada). Total hingga Kamis (3/12), jumlah kasus di Poltrada mencapai 238 orang dari 311 mahasiswa yang ada.

Namun, Tabanan pada Selasa (8/12) juga mencatatkan rekor pasien sembuh dengan 217 orang dilaporkan negatif dalam sehari. Sebanyak 195 orang merupakan mahasiswa Poltrada.

Tambahan Kasus

Terbaru, pada Selasa (15/12) tercatat tambahan kasus COVID-19 sebanyak 74 orang. Kumulatif kasus yang ditangani Bali menjadi 15.735 orang.

Baca juga:  Tak Terdampak Erupsi Gunung Agung, Pengungsi dari 51 Desa Karangasem akan Dipulangkan

Tiga kabupaten melaporkan nihil tambahan kasus, yaitu Jembrana, Klungkung, dan Karangasem. Sebaran kasus didominasi 4 kabupaten/kota yaitu Badung 21 orang, Denpasar 20 orang, Buleleleng 16 orang, dan Tabanan 10 orang. Sebanyak dua kabupaten melaporkan kasus dibawah 10 orang, yakni Gianyar 5 orang dan Bangli 2 orang.

Sementara itu, kasus sembuh bertambah 71 orang sehingga kumulatifnya mencapai 14.348 orang. Tiga kabupaten nihil tambahan pasien sembuh, yaitu Klungkung, Bangli, dan Karangasem.

Enam kabupaten/kota melaporkan pasien sembuh dengan dominasi tiga wilayah. Rinciannya Tabanan 26 orang, Badung 18 orang, dan Denpasar 17 orang. Tiga lainnya melaporkan kasus di bawah 10 orang, yaitu Buleleng 6 orang, Jembrana 3 orang, dan Gianyar 1 orang.

Lima orang dilaporkan meninggal pada hari ini. Total kasus meninggal di Bali mencapai 472 orang. Lima kabupaten/kota melaporkan tambahan warga meninggal, yaitu Badung, Denpasar, Gianyar, Bangli, dan Buleleng.

Baca juga:  Ini, Spesifikasi Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Perairan Bali

Kasus aktif saat ini mencapai 915 orang. Gianyar menduduki posisi pertama dengan 225 kasus. Posisi kedua adalah Badung yang memiliki kasus aktif 217 orang.

Denpasar posisi ketiga dengan 199 kasus aktif. Keempat adalah Tabanan dengan 119 kasus.

Kelima adalah Buleleng dengan 66 kasus. Jembrana ada di posisi keenam dengan 36 kasus. Posisi ketujuh adalah Bangli dengan 18 kasus aktif. Klungkung di posisi kedelapan dengan 16 kasus. Posisi kesembilan adalah Karangasem yang memiliki 13 kasus.

Selain itu, terdapat 3 orang dari kabupaten lain dan 3 WNA masih dirawat. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *