Ketua PMI Klungkung Made Kasta saat menurunkan bantuan kepada warga terdampak COVID-19. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pandemi COVID-19 membuat begitu banyak warga kesusahan. Terlebih, mereka yang memiliki keterbatasan fisik seperti penyandang disabilitas.

PMI Klungkung melihat para penyandang disabilitas ini sangat urgen dibantu, untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sejak awal pandemi sampai akhir tahun 2020, PMI Klungkung fokus melakukan penanganan kepada penyandang disabilitas ini.

Mereka gencar membagikan bantuan kepada masyarakat, utamanya yang mengalami dampak keras selama pandemi COVID-19 ini seperti keluarga miskin dan keluarga disabilitas. Demikian juga masyarakat yang sudah kena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membutuhkan bantuan.

Baca juga:  Demi Sekolah, Kertiasih Harus Digendong Orangtua Menempuh Pendidikan

“Terutama yang penyandang disabilitas ini harus ada yang memantau. Mereka serba keterbatasan. Maka, kami fokus memastikan keberlangsungan mereka, kata Ketua PMI Klungkung, Made Kasta, Jumat (11/12).

Petugas PMI Klungkung menyambangi satu per satu rumah keluarga miskin untuk menyerahkan bantuan. Menurut Kasta, setelah turun melihat langsung, elama pandemi COVID-19 ini banyak masyarakat yang berat kehidupannya, terlebih mereka yang sudah tidak memiliki pekerjaan, utamanya keluarga miskin dan penyandang disabilitas. Maka, bantuan yang diberikan setidaknya bisa meringankan beban mereka.

“Selain membagikan kebutuhan pokok, kami juga bagikan masker,” tegas Kasta.

Baca juga:  Di Klungkung, Separuh Lebih Hotel dan Restoran Belum Terdata

Selain penyandang disabilitas, ada juga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang perlu dipikirlan solusinya. Bahkan, kadang PMI Klungkung juga mengajak dokter dari puskesmas setempat untuk membantu melakukan penanganan saat turun memberikan bantuan, baik sembako maupun kebutuhan pokok dan mendesak lainnya.

Salah satu penerima bantuan, Nyoman Bukel, mengaku kondisinya yang buta membuatnya tidak bisa bekerja keluar rumah lagi, terlebih pandemi COVID-19 ini tidak ada pekerjaan yang pas untuknya. Sehingga terpaksa harus menunggu bantuan saja, yang tidak sering datang ke rumahnya.

Maka, dia mengaku amat bersyukur dalam situasi begini, ada bantuan datang. “Dulu sempat bekerja naikkan pasir. Sejak punya anak terus kondisi mata buta, jadi hanya diam saja di rumah. Ditambah pandemi jadi makin sulit,” keluhnya.

Baca juga:  Tim Monev Tinjau Pengerjaan Proyek Fisik di Nusa Penida 

Selain membagikan bantuan kebutuhan pokok, PMI Klungkung juga turut serta dalam pencegahan COVID-19 dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin ke tempat-tempat umum dan kegiatan donor darah serta donor darah konvalesen untuk yang sedang dirawat COVID-19. Sejauh ini, kegiatan donor darah ini cukup efektif untuk membantu mempercepat proses penanganan pasien. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN