Ida Bagus Gede Ganaputra Karang. (BP/nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengkot Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Kota Denpasar menyelenggarakan penataran wasit dan juri cabor kabaddi, di KONI Bali, Sabtu (5/12). Penataran ini melibatkan 25 peserta terdiri atas guru olahraga sekolah, serta mahasiswa Jurusan Olahraga Universitas Mahadewa Denpasar.

Tujuannya, untuk mengenalkan aturan permainan dalam olahraga kabaddi ini. Ketua Umum Pengkot FOKSI Kota Denpasar Ida Bagus Gede Ganaputra Karang, di sela-sela penataran mengungkapkan, pihaknya membatasi jumlah peserta, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19. “Kami diperbolehkan mengadakan acara kumpul-kumpul, tetapi dibatasi hanya maksimal 25 orang,” ucap Gus Ganaputra.

Baca juga:  Pabrik Roti Vanessa Terbakar

Dijelaskannya, para peserta juga wajib mengikuti prokes seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Tim pemberi materi penataran berasal dari PB FOKSI.

Ia ingin olahraga kabaddi berkembang pesat di Ibu Kota Provinsi Bali. “Selama ini kami melakukan sosialisasi melalui guru olahraga di sekolah-sekolah,” ungkap dia.

Dalam perkembangannya, pihaknya bersyukur kabaddi digemari kalangan remaja dari siswa dan pelajar. Kabaddi diajarkan melalui ekstrakurikuler (ekskul). “Akan tetapi, jika sekolah bersangkutan tidak memasukkan kabaddi dalam program ekskul, maka kami siap memberikan aturan maupun teknik permainan kabaddi kepada guru olahraga,” jelasnya.

Baca juga:  Kegiatan Olahraga Taraf Internasional Potensial Dongkrak Pariwisata Bali

Yang membanggakan, kata dia, kabaddi berkembang pesat di Denpasar. Hal itu terbukti dari penyelenggaraan Piala Wali Kota 2019, tercatat 23 tim ambil bagian. “Sedianya, kami akan mengadakan Piala Wali Kota pada 2020 ini, dan melibatkan 25 tim dari kalangan siswa SD, SMP dan SMA,” tutur dia.

Kenyataannya, suasana wabah virus corona membuat pihaknya membatalkan menghelat Piala Wali Kota 2020 ini, mengingat kabaddi ini tergolong olahraga kontak bodi. “Kami juga belum mengambil dana penyelenggaraan Piala Wali Kota Rp 35 juta,” terangnya.

Baca juga:  KIP Mediasi Walhi Bali dan PT Jasamarga Bali Tol

Ke depan, pihaknya tidak lagi berkutat pada sosialisasi, namun lebih menonjolkan pada prestasi. Gus Gana mensyukuri, setidaknya empat pemain kabaddi Denpasar dipanggil masuk Timnas Merah Putih. Mereka berlaga pada Kejuaraan Dunia di Korea 2019, dan hasilnya Timnas Indonesia merebut juara III.

Keempat pemain Denpasar yang membela Timnas adalah Tomi, Arya, Wahyu dan Puspa. Rencananya, pemain Denpasar ada yang dipanggil ke Pelatnas lagi, guna terjun pada Asian Beach Games (ABG) di Cina, November. “Namun, hajatan multievent itu batal digelar, karena pandemi COVID-19,” sebut dia. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.