Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya bersama penekun dan perajin batu saat di Denpasar, Sabtu (21/11). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Berbagai jenis batu Bali Pulaki akan ditampilkan Pesraman Dalem Gedong Ratih dalam sebuah pameran. Batu Bali Pulaki diyakini banyak orang memiliki tuah dan berhubungan dengan kelahiran seseorang.

Ketua Yayasan Dalem Gedong Ratih, I Ketut Dharma Kresna Wijaya mengatakan tak hanya menampilkan berbagai jenis batu, akan ditampilkan beberapa pusaka nusantara. Menurutnya penampilan spesial adalah berbagai batu permata Bali Pulaki.

Pameran ini akan digelar dari 26-28 November 2020, mulai pukul 10.00 sampai 20.00 WITA. Pengunjung yang datang tidak hanya dapat melihat berbagai batu Bali Pulaki saja, namun juga dijelaskan mengenai batu-batu tersebut.

Baca juga:  Cegah JE, LG Serahkan Perangkat Diagnostik

Akan ada pewacakan gratis permata sesuai dengan kelahiran. Kemudian hari ketiga, diselenggarakan virtual meeting tentang batu Bali Pulaki.

Karena pameran diselenggarakan pada masa pandemi COVID-19, ia berharap para pengunjung diharapkan mengikuti protokol kesehatan. Seperti wajib memakai masker, mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh dan tetap jaga jarak.

Untuk langkah antisipasi menumpuknya pengunjung, ia mengatakan pihak penyelenggara mengatur kedatangan undangan. “Saat pameran nanti, prokes akan diterapkan secara ketat,” papar Kresna Wijaya.

Baca juga:  Dugaan Gratifikasi Mantan Kepala BPN Denpasar, Sudikerta Diperiksa di Lapas

Ditambahkan, pameran batu Bali Pulaki yang digelarnya merupakan rangkaian dari pengukuhan Pesraman Dalem Gedong Ratih. Pesraman ini terbentuk setelah cita-cita yang sangat panjang, sekitar 17 tahun lalu.

Pada waktu itu, ia berjanji untuk membentuk sebuah pesraman dengan tujuan meyadnya. Seiring perjalanan waktu, akhirnya pesraman pun terwujud, dan telah memiliki anggota sekitar 500 orang.

Pesraman yang terletak di Jalan Raya Mambal, Abiansemal, Badung tersebut dibentuk dengan tujuan menampung segala lapisan masyarakat, serta generasi muda untuk turut mekarya lan meyadnya (bekerja dan berbuat sosial). Untuk ke depannya, di pesraman akan digelar program pewacaan, mesangih masal, pawiwahan, pelatihan upakara, ke-pemangkuan dan lainnya. (Eka Adhiyasa)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.