Kegiatan berburu hama tikus yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Pangan Badung bersama krama subak belum lama ini. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ngaben bikul akan diselenggarakan di Pantai Seseh, Mengwi pada 19 November. Untuk itu, sejumlah subak di Badung sudah mulai melakukan persiapan.

Salah satunya, mulai berburu (maboros) tikus untuk diupakarai. Kegiatan berburu hama tikus ini dikoordinir langsung oleh Majelis Madya Subak setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana, mengatakan pelaksanaan berburu hama tikus tidak dilakukan setiap hari, melainkan mencari hari baik. Setiap subak akan menangkap tikus sepasang yakni jantan dan betina.

“Proses penangkapan tikus pun juga melakukan hari baik, sehingga proses pengabenan tikus yang merupakan hama di sawah bisa dilaksanakan dengan baik. Tikus yang diaben juga sepasang dengan jenis kelamin jantan dan betina,” ungkapnya.

Baca juga:  Ada yang Ganjil di Wisuda Unud

Menurut Mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung ini setiap subak di Gumi Keris wajib membawa sepasang tikus untuk diupakarai. Berdasarkan data yang ada terdapat 215 subak yang terdiri dari Subak yeh sebanyak 121 dan subak abian sebanyak 94.

“Saat berburu tikus,  kami meminta subak untuk melakukan atur piuning terlebih dulu untuk memohon keselamatan,” katanya.

Dijelaskan, ritual menangkap tikus sebagai sarana ngaben bikul tidak boleh dilakukan sembarangan. Namun dilakukan sesuai arah mata angin dan diupayakan untuk mendapatkan tikus jantan dan betina.

Baca juga:  Temuan SK Mutasi Palsu Bertambah

“Berdasarkan informasi yang saya dapat dari Majelis Madya Subak, semua subak yang ada sudah ditugaskan mencari sepasang tikus. Paling lambat dikumpulkan kepada panitia pada tanggal 18 November 2020 di pantai Seseh, Kecamatan Mengwi Badung,” jelasnya.

Dikatakan, dudonan karya ngaben bikul akan dilakukan upacara ngeringkes pada 18 November itu. Upacara ngeringkes ini dilakukan sama dengan upacara pembersihan dan penyucian, dengan harapan hama tikus tidak mengganggu lahan pertanian.

Baca juga:  Galang Dana Pengungsi Gunung Agung, Atraksi Ngelawang Digelar

“Setelah upacara ngeringkes, keesokan harinya (19 Novenber) baru dilaksanakan upacara pengabenan bikul tersebut. Jalur niskala ini kami tempuh dengan harapan hasil pertanian di Badung melimpah, tanpa adanya gangguan hama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hama tikus menyerang sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Badung. Dari laporan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serangan hewan pengerat ini terjadi di wilayah Kecamatan Petang, Mengwi dan Abiansemal, dan Kuta Utara.

Data yang terhimpun dari 9.593 hektare lahan pertanian di Badung, seluas 107 Hektare diantaranya diserang hama tikus. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.