Almarhum Ida Pedanda Istri Jelantik. (BP/Adhiyaksa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ida Pedanda Istri Jelantik (89) yang merupakan pendiri sekolah Tuna Netra di Denpasar, lebar (meninggal dunia-red) di RSUP Sanglah, Sabtu (31/10) sekitar pukul 19.20 WITA. Beliau sempat dirawat beberapa kali di rumah sakit karena jatuh dan kesehatannya yang menurun karena faktor usia. Hal itu disampaikan, Ida Bagus Dharmadiaksa anak tertua almarhum di Griya Anyar Budha, Panjer, Denpasar, Senin (2/11).

Ida Padanda Istri Jelantik yang semasa walakanya bernama Ida Ayu Putu Surayin sempat mendirikan sekolah untuk Tuna Netra, lengkap dengan asramanya pada 1957. Dan, itu menjadi cikal bakal pendirian sekolah luar biasa lainnya di Bali. Selain itu, segudang penghargaan diraih almarhum, baik tingkat Bali, Nasional, bahkan Internasional.

Baca juga:  Kusta Masih Jadi Stigma, Penderita Malu Didata

Tidak hanya itu, almarhum juga banyak menulis buku tentang upakara Agama Hindu, masakan, puisi dan lainnnya. Di masyarakat, Ida Pedanda Istri sering memberikan penyuluhan tentang adat.

Di mata anak-anaknya, kesan yang ditinggalkan almarhum sangat besar, dimana sebagai seorang ibu, perjuangannya benar-benar luar biasa. Pertama, untuk mendidik anak-anak tuna netra yang sebelumnya mereka tidak tahu apa-apa menjadi orang-orang yang berguna di masyarakat.

Baca juga:  Dewan Sorot Pungutan Pajak dan Retribusi Parkir Belum Optimal

Baik itu di bidang pendidikan, seni musik, atau lainnya. “Beliau sebenarnya penggerak pendidikan anak cacat di Bali, khususnya Tuna Netra,” terang IB Dharmadiaksa.

Kemudian, untuk anak-anaknya, semua bisa menyelesaikan studi, ada yang S-1, S-2, bahkan S-3. Di dalam mendidik anak-anaknya, almarhum diakuinya cukup keras, dikarenakan pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk masa depan.

Tidak hanya itu, almarhum juga mengajari etika dan moral dalam kehidupan, sopan santun, sensitivitas terhadap penderitaan orang lain. “Beliau sangat peduli dengan penderitaan orang lain. Oleh karena itulah beliau betul-betul total bekerja di sosial, sehingga mendapat penghargaan dunia, dan pemerintah Indonesia,” paparnya.

Baca juga:  Jatuh dari Lantai 2, Pria Asal NTT Tewas

Di usia 89 tahun, almarhum meninggalkan 4 orang putra, 3 orang putri, 13 orang cucu, dan 3 orang cicit. Sedangkan, untuk prosesi nyiramin layon almarhum Ida Pedanda Istri Jelantik akan dilaksanakan pada Minggu (15/11), dan upacara pelebonan dilangsungkan Kamis (19/11). (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.