Suasana FGD Tanggap COVID-19 tentang peran perguruan tinggi dalam penerapan Prokes. (BP/dir)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejak dinyatakan sebagai pandemi Covid-19, berbagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 dilakukan perguruan tinggi di Bali. Di antaranya melaksanakan proses pembelajaran secara daring (online) dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kampus.

Dalam kegiatan offline pun protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat diterapkan. Hal ini dilakukan agar tidak ada kampus yang menjadi klaster penyebaran Covid-19, sehingga perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak SDM generasi muda berkualitas menjadi contoh taat akan penerapan prokes.

Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. mengakui pandemi Covid-19 telah berdampak di sektor pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Kendati demikian, ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dengan adanya pandemi Covid-19. Salah satunya telah memaksa sistem dunia pendidikan dari sistem konvensional menjadi sistem online, seperti webinar.

Baca juga:  Buntut Aksi Bagi Gratis Ayam Broiler, Pemkab Tabanan akan Turun Tangan

Sebelum adanya pandemi Covid-19, kata Sukamerta, pelaksanaan seminar menghabiskan banyak biaya, tenaga dan waktu. Namun, dengan webinar tidak banyak menghabiskan biaya dengan waktu dan tenaga yang efisien. Namun, tetap bisa melibatkan banyak peserta secara virtual dengan hasil seminar yang berkualitas.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga telah memaksa para dosen agar selalu kreatif dan inovatif menyikapi situasi ini. ‘’Kita di perguruan tinggi sebenarnya belum siap melaksanakan sistem pembelajaran secara daring, kecuali Universitas Terbuka yang sudah didesain dengan pembelajaran online. Namun, kita terus berusaha dan berpikir agar bagaimana pelaksanaan proses Tri Dharma Perguruan Tinggi itu bisa berjalan dengan baik. Meskipun ada beberapa hal tidak bisa berjalan dengan baik, seperti praktikum-praktikum. Namun, telah diatur dengan mengedepankan prokes, sehingga pelaksanaan praktikum bisa berjalan dengan baik,’’ ujar Sukamerta dalam Focus Group Discussion (FGD) Tanggap Covid-19 ‘’Peran Perguruan Tinggi dalam Ubah Laku Prokes’’ di Warung 63 Denpasar, Rabu (21/10).

Baca juga:  Sasih Kedasa, Hasil Tangkapan Nelayan Turun

Sebagai perguruan tinggi swasta di Bali, kata Sukamerta, berbagai upaya sosialisasi dan edukasi penerapan prokes Covid-19 juga telah dilakukan oleh Unmas. Salah satunya menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke berbagai daerah di Bali.

Program-program yang diutamakan dalam pelaksanaan KKN ini diarahkan untuk mengedukasi masyarakat taat menerapkan prokes agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Hal senada dilontarkan Rektor Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali Gede Putu Dharma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. Dikatakan, dalam upaya memutus penyebaran Covid-19, Itekes Bali mengajak seluruh mahasiswanya agar cerdas + (plus). Artinya, mahasiswa tidak hanya cerdas dalam keilmuan profesinya, tetapi ikut terjun di dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

Baca juga:  Panwaslu Jembrana Periksa Dua Perbekel Ikut Deklarasi Paslon Pilkada

Mulai dari dirinya sendiri, hingga mengedukasi masyarakat agar taat dan patuh dalam menerapkan prokes Covid-19. ‘’Hampir semua kampus di Bali sudah menjelma menjadi kampus peduli Covid-19. Karena semua kampus telah menerapkan prokes dengan ketat dalam melaksanakan kegiatan akademiknya. Bahkan, di Itekes Bali masih memberlakukan work from home untuk dosen dan study from home untuk mahasiswa,’’ ujarnya.

Dharma Suyasa mengakui banyak tantangan yang dihadapi Itekes Bali di masa pandemi Covid-19. Apalagi, sebagian besar Itekes Bali adalah program vokasi dan profesi, sehingga ada keterampilan mahasiswa yang harus dilatih dan diasah.

Terlebih, untuk mencapai keterampilan tersebut mahasiswa harus praktik di rumah sakit yang sangat berisiko terpapar Covid-19. ‘’Namun, kami bisa atasi hal tersebut menggunakan virtual learning method, sebagian masih bersifat teori melalui virtual,’’ tegasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.