Seorang peneliti sedang melakukan penelitian untuk menghasilkan vaksin COVID-19. (BP/AFP)

DENPASAR, BALIPOST.com – Presiden RI Joko Widodo rencananya akan datang ke Bali terkait simulasi penyuntikan vaksin COVID-19. Selain Bali, Jokowi sebelumnya juga telah memilih Bogor sebagai lokasi simulasi.

Saat nanti vaksin sudah benar-benar ada, Bali akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin tersebut. “Rencana kan nanti Presiden akan ke Bali untuk simulasi vaksinasi. Kita sudah siapkan di Puskesmas Abiansemal, Badung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya ditemui di DPRD Bali, Senin (12/10).

Baca juga:  Galian C di Bebandem Disidak

Menurut Suarjaya, simulasi yang dimaksud adalah latihan terkait alur vaksinasi kalau nanti sudah ada vaksin. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan fisik dan hal-hal yang dipersyaratkan lainnya, hingga dimana tempat vaksinasi itu dan siapa yang melakukan. Jadi, pada saat simulasi bukan berarti sudah ada vaksin yang diberikan kepada masyarakat.

“Itu kan baru latihan untuk suatu saat kalau vaksinnya sudah ada, mekanismenya begini,” jelasnya.

Baca juga:  Sepak Bola Masuk Ekskul Wajib di Badung

Suarjaya menambahkan, vaksin saat ini masih sedang dalam persiapan. Nantinya akan ada sasaran vaksinasi, salah satunya dilihat dari segi umur. Kemudian berapa kali divaksin, tergantung dari jenis vaksin. Dikatakan, uji coba vaksin dilakukan di tempat pembuatan vaksin itu sendiri. Seperti Cina, Inggris, dan khusus yang dibuat di Indonesia, uji coba dilakukan di Bandung.

“Uji coba tidak disini. Disini kan kalau vaksinnya sudah ada,” imbuhnya.

Baca juga:  Tetaplah Disiplin dan Waspada

Rencananya, lanjut Suarjaya, vaksin akan diberikan akhir Desember sesuai apa yang disampaikan pemerintah pusat. Sembari menunggu vaksin itulah, sekarang dilakukan persiapan-persiapan cara pemberiannya melalui simulasi vaksinasi. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.