Bali mendapatkan dukungan berupa 2 unit ventilator, 5.000 pcs face shield, 15.000 pcs APD, 30.000 lembar masker bedah, 10.000 lembar masker N95, dan 500.000 lembar masker kain. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 10 Provinsi di Indonesia, termasuk Bali mendapat dukungan dari pemerintah pusat terkait penanganan COVID-19. Bali turut menjadi prioritas lantaran sempat mengalami lonjakan kasus baru.

Lewat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Bali mendapatkan dukungan berupa 2 unit ventilator, 5.000 pcs face shield, 15.000 pcs APD, 30.000 lembar masker bedah, 10.000 lembar masker N95, dan 500.000 lembar masker kain. Dukungan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, Doni Monardo kepada Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Jumat (9/10).

Tepatnya setelah Kepala BNPB itu melaksanakan Rapat Kerja dengan Gubernur Bali beserta seluruh jajaran Satgas Penanganan Covid-19 se-Bali secara virtual di rumah jabatan gubernur tersebut. “Kami mengucapkan banyak terima kasih karena BNPB itu telah mengalokasikan bantuan yang jumlahnya besar sekali. Kelihatan memang Kepala BNPB ini sangat berpihak kepada Bali,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca juga:  Persoalan Anggaran Covid-19, Pansus VIII DPRD Kota Minta Eksekutif Lakukan Ini

Koster mengaku, selama ini intens berkomunikasi dengan Doni Monardo mengenai hal-hal yang menjadi kebutuhan mendesak di Bali. Terutama yang berkaitan dengan logistik untuk penanganan Covid-19, dan selalu direalisasikan dengan segera oleh para deputinya di BNPB.

Koordinasi dilakukan secara intensif dengan semua pihak berkaitan dengan penanganan Covid-19. “Kami di Bali telah berupaya dengan keras, secara bersama-sama dengan Pangdam, Kapolda dan Satgas di tingkat kabupaten/kota, kami terus mengupayakan agar kasus baru itu bisa dikendalikan. Kemudian angka kesembuhan bisa ditingkatkan, dan angka kematian bisa dikendalikan,” paparnya.

Menurut Koster, dalam minggu-minggu terakhir ini sudah terlihat ada kemajuan dalam penanganan COVID-19. Tampak dari tambahan kasus baru yang mulai menurun dan angka kesembuhan meningkat.

Data hingga Kamis (8/10), angka kesembuhan sudah mencapai 85,22 persen. Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan lagi.

Terlebih sebelumnya, angka kesembuhan di Bali pernah mencapai di angka 88 persen. “Jadi rupanya kita tidak boleh lengah, kita harus terus kerja keras dengan penuh semangat. Juga untuk mengendalikan angka kematian ini yang masih menjadi perhatian kami. Walaupun 7 orang, 5 orang, 6 orang, banyak juga. Kalau bisa kan zero,” jelasnya.

Baca juga:  Pemkab Diminta Tak Abaikan Sektor Pertanian di Nusa Penida 

Koster menegaskan angka kematian Covid-19 terus berupaya dikendalikan. Sembari berharap, pandemi Covid-19 dapat segera dilewati bersama.

Saat ini, Bali tidak saja melakukan upaya yang sifatnya teknis. Tapi ada juga yang bersumber dari kearifan lokal Bali. “Itu akan kami teruskan, dan kami terus mohon dukungan supaya Bali cepat pulih,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo mengatakan, angka kasus COVID-19 di Bali sebulan terakhir memang mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Kendati sempat khawatir, namun dua minggu terakhir telah terjadi penurunan jumlah kasus baru.

Pun dengan angka kesembuhan sudah mencapai di atas 85 persen dan termasuk yang tertinggi secara nasional. “Kemudian angka kematian memang masih tinggi, tetapi sudah dibawah angka nasional. Nasional itu 3,6 persen, sedangkan Bali 3,2 persen dan masih di atas angka global 2,9 persen,” imbuhnya.

Baca juga:  Ditambah Lagi, Ini Dua Lab yang Dipersiapkan untuk PCR

Hal lain yang cukup menggembirakan, lanjut Doni, zona merah yang telah mengalami perubahan ke zona orange. Pihaknya berharap berbagai aktivitas yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 di Bali bisa melibatkan lebih banyak komponen masyarakat. “Masyarakat harus menjadi bagian terpenting dalam penanganan Covid-19. Kesadaran kolektif untuk seluruh komponen masyarakat patuh pada protokol kesehatan harus menjadi program prioritas kita semuanya,” tegasnya.

Menurut Doni, Bali memiliki kekuatan pada budaya dan desa adat diharapkan menjadi pelopor untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya protokol kesehatan. Mengingat, desa adat memiliki kewibawaan dan kemampuan untuk mengelola keadaan di sekitarnya. Melalui desa adat, kasus-kasus positif Covid-19 diharapkan bisa berkurang. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.