Eva Lilian van Leenen (kiri) bersama Agus Nuarta. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali meloloskan sembilan perenang pada PON di Papua. Dua di antaranya yakni atlet binaan klub Telaga Biru. Mereka adalah Eva Lilian van Leenen dan Agus Nuarta. Selama ini, mereka berlatih di Kolam Renang Dharma Pala, Mahajaya, serta di Praja Rakcaka Kepaon Denpasar. Upaya memotivasi kedua perenang, pelatih Gede Meiga Wira Pradtama mengajak berlatih ke Kolam Renang Yonif Raider 900 Singaraja, yang berskala internasional.

Meiga, di Denpasar, Jumat (11/9) menerangkan, kolam renang di Singaraja berstandar internasional dan baru beroperasi. Kolam renang di Singaraja memiliki panjang 50 meter serta 10 lintasan, sehingga sangat ideal untuk berlatih bagi atlet PON. “Kami mengajak Lilian dan Agus Nuarta berlatih ke Singaraja selama enam hari, persisnya pada 19 – 24 Agustus,” jelas Meiga.

Baca juga:  Perkuat Agen Pemulihan untuk Mengoptimalkan Pascarehabilitasi Narkoba

Ia menyebutkan, Eva Lilian yang akrab disapa Lili merupakan atlet Bali yang menyabet emas di kelas 50 meter gaya dada pada PON di Jabar 2016. Selain itu, Lili juga turun di nomor 100 meter dan 200 meter gaya dada pada PON Papua 2021. Sementara, Agus Nuarta yang biasa dipanggil Ipo turun di nomor 200 meter dan 400 meter gaya bebas, serta 10.000 meter di perairan terbuka (open water). “Kami bersyukur catatan waktu selama berlatih di Singaraja, menunjukkan penajaman yang signifikan,” ungkap Meiga.

Baca juga:  Segini, Polresta Perlu Masker Tiap Hari

Diakuinya, selama pandemi Covid-19 ini, dipastikan tidak ada kejuaraan. Untuk itu, bagi atlet sangat sulit memonitor pesaingnya dalam mengukir catatan waktunya. Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya cukup memantau catatan waktu yang ditorehkan perenang asuhannya. “Jadi, kami dalam upaya saling intip kekuatan lawan, hanya memantau perkembangan catatan waktu Lili dan Ipo selama latihan, dan target kami bisa mencapai tiga besar peringkat nasional,” ucap dia.

Baca juga:  Hadapi Porprov, Ratusan Atlet Klungkung Digembleng

Apalagi, menurut Meiga, selama wabah virus corona ini, ada imbauan dari PB PRSI untuk kolam panjang 25 meter maksimal hanya boleh melibatkan 25 perenang, sedangkan kolam 50 meter paling banyak 30 perenang. “Kami berlatih tidak berkerumun, tetapi hanya dua atlet. Selain itu, kami memilih berlatih pagi hari saat suasana kolam masih sepi,” terangnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.