Nasser Atthamimy. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, hingga kini masih bersifat menunggu keputusan dari PSSI Pusat. Untuk itu, pelaksanaan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali akan mengikuti Kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yang rencananya digulirkan pada Oktober.

Apalagi, di tengah situasi pandemi COVID-19 ini, kondisi penyebaran virus corona makin tidak menentu.

Ketua Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali, Nasser Atthamimy, di Denpasar, Rabu (9/9) mengungkapkan, pihaknya bersifat ‘wait and see’ seputar penyelenggaraan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. “Kami memiliki grup WA bersama pihak koordinator penyelenggara di provinsi dan intinya disuruh menunggu informasi penyelenggaraan Kompetisi Liga 3,” jelas Nasser.

Baca juga:  Putra Tresna Harus Menang 3-0

Ia menerangkan, saat ini penyebaran klaster covid-19 makin merajalela di Pulau Dewata. Terbukti, jumlah korban dan pasien virus corona yang terus meningkat.

Nasser juga tidak tahu Kompetisi Liga 3 tiap pemain wajib menjalani rapid test atau swab test. Selanjutnya, biaya tes kesehatan itu, pihak mana yang menanggung, apakah dibebankan kepada panpel, tim kontestan, atau PSSI Pusat. “Saya kira kalau Kompetisi Liga 3 digulirkan akan memakan biaya banyak,” keluh Nasser.

Baca juga:  Jamu Persita, Adu Strategi Teco Lawan WCP

Alasannya, apakah rapid test atau swab test hanya dilakukan sekali dalam tiap laga, atau berlaku sampai dengan kompetisi selesai. Yang mengkhawatirkan, lanjut Nasser, pesepak bola tim Liga 1 dan Liga 2, usai bertanding di lapangan, langsung menginap di hotel.

Sementara, pemain Liga 3 usai menjalani Kompetisi Rayon Bali, spontan pulang ke rumah masing-masing. “Seandainya pasca bertanding pemain bersangkutan reaktif, jangan sampai kompetisi ini malah dianggap klaster penyebaran virus corona,” ucapnya.

Baca juga:  3 Sopir Truk Pengguna Narkoba Ditangkap

Nasser menyimpulkan, roda kompetisi Liga 3 bakal digulirkan sambil menunggu petunjuk pelaksanaan dari PSSI Pusat. Pasalnya, PSSI Bali harus mentaati digelarnya Kompetisi Liga 3, seraya menunggu turunnya regulasi. Utamanya, menyangkut biaya tes kesehatan bagi pemain. “Kami akan menggelar kompetisi sesuai petunjuk PSSI,” beber dia. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.