Ilustrasi. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Diduga tidak mendapat pelayanan di dua rumah sakit daerah, seorang ibu harus merelakan bayinya meninggal dalam kandungan. Ibu asal Kecamatan Blahbatuh ini dari informasi yang dihimpun, sempat dilarikan ke RSUD Sanjiwani dan Payangan.

Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa dikonfirmasi Senin (17/8) membenarkan adanya pasien ibu hamil yang datang ke RSUD Sanjiwani. Dikatakan pasien tersebut datang ke RS di Jalan Ciung Wanara Gianyar itu pada Jumat (14/8).

Ia mengatakan pasien itu sudah dalam kondisi ketuban pecah sejak Jumat (14/8) sekitar pukul 04.00 WITA. “Ada pasien datang keluhan keluar air pervaginam dari pukul 04.00 WITA, pasien tersebut hamil 35 minggu 5 hari,” katanya.

Baca juga:  Stok Vaksin Terbatas, Jadwal Imunisasi JE di Beberapa Sekolah Ditunda

Ia mengatakan saat itu RSUD Sanjiwani tidak bisa memberikan pelayanan, karena ruang persalinan RS tersebut tutup sampai dengan 24 Agustus. Sebabnya, 9 bidan di ruangan tersebut terkonfirmasi COVID-19.

Pihak RSUD Sanjiwani lantas menghubungi RSUD Payangan. “Kami menghubungi MOD RSUD Payangan dan diterima,” katanya.

Diakui pasien ini tidak memiliki jaminan kesehatan. Dan karena berharap mendapat bantuan biaya kesehatan (BK) dari Pemda Gianyar, pasien yang sudah pecah ketuban ini lantas berangkat mandiri ke RSUD Payangan.

Baca juga:  Tak Hanya Ajang Berkumpul, Dharma Shanti Nyepi Nasional 2019 akan Bahas Ini

Namun tiba di RSUD Payangan, ternyata ibu hamil ini juga tidak bisa mendapat pelayanan. Hal ini terjadi karena ruangan persalinan di rumah sakit tersebut sedang dalam perbaikan. “Karena ruang OK saat itu sedang dalam perbaikan,” ucapnya.

Disinggung terkait komunikasi petugas RSUD Payangan yang mengatakan bisa menerima ibu hamil itu, dr. Upeksa mengakui terjadi miskomunikasi. “Ini yang sedang saya perbaiki masalah komunikasi dan koordinasi bawahan saya. Ke depan hal seperti ini tidak boleh terjadi, dan saya sudah koordinasi dengan RSUD Payangan untuk menciptakan safe motherhood,” ujarnya.

Upeksa melanjutkan usai dari RSUD Payangan, pasien ini lantas dirujuk ke RSU Aricanti, Desa Mas Ubud. Di RS ini baru dipastikan bayi sudah meninggal dalam kandungan.

Baca juga:  Klaster Klub Malam di Itaewon, Seratusan Orang Terkonfirmasi Positif COVID-19

Proses penanganan pun sudah dilakukan, dan diketahui ibu tersebut masih dalam perawatan.

Kadiskes Gianyar Ida Ayu Cahyani berulang kali dihubungi untuk konfirmasi kasus ini, nomor hapenya tidak aktif. Sementara Sekdiskes Gianyar Drg. Saputra dikonfirmasi via telepon mengaku hingga Senin belum menerima laporan terkait ibu hamil yang terlambat mendapat penanganan, hingga bayi meninggal dalam kandungan itu. “Saya belum menerima laporan, karena sekarang tanggal merah, besok akan saya cek,” katanya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.