Kondisi pasar baturiti usai kebakaran bulan Juni lalu. (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan tengah berupaya segera merevitalisasi sebagian kios pasar Baturiti yang terbakar pada pertengahan bulan Juni lalu. Pembangunan tersebut diestimasi membutuhkan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

Besaran anggaran itu, saat ini masih diajukan ke APBD II. “Ini masih kita coba ajukan untuk bisa dibantu dari APBD, jadi belum tahu kapan bisa dimukai perbaikannya, masih tunggu anggaran,” terang Kabid Perdagangan Disperindag Tabanan, Ni Wayan Primayani belum lama ini.

Baca juga:  Kasus Dugaan Keracunan Perbekel Jineng Dalem, Investigasi Digelar Loka POM Buleleng

Dikatakannya, angka Rp 1 miliar yang diajukan ke daerah tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan dinas PUPRPKP ke lokasi kejadian. Dan didapatkan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan sebagian kios pasar yang terbakar sebesar Rp 1 miliar. “Disperindag mohon ke PU untuk dilakukan survei berapa estimasi biaya yang diperlukan, didapatkan nilai Rp 1 miliar, dasar itu digunakan untuk mohon anggaran ke APBD,” ucapnya.

Baca juga:  Pemkot Didesak Buat Kriteria dan Perda Kafe

Hanya saja untuk kepastian dimulainya pengerjaan kios tergantung ketersediaan anggaran. “Surat sudah maju, semoga saja cepat disetujui, kasihan juga para pedagang berjualan darurat dengan payung,” terangnya.

Seperti diketahui, kebakaran hebat terjadi pada tanggal 21 Juni 2020 dini hari di pasar Baturiti, kecamatan Baturiti, Tabanan. Sebanyak 14 unit kios pedagang di bagian selatan pasar ludes terbakar, dan 4 unit toko di sebelah utara mengalami kerusakan ringan. Diduga penyebabnya karena arus pendek listrik di salah satu kios. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja pedagang yang kiosnya terbakar kinj berjualan secara darurat hanya dengan berbekal payung. “Jadi ada kios yang ludes terbakar, ada juga yang rusak dibagian atap saja,” pungkasnya. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.