Anak Agung Made Alit Sutama kembali membagikan beras petani Bali kepada masyarakat yang membutuhkan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dampak pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Kepedulian kepada masyarakat yang terdampak masih diperlukan.

Seorang pengusaha yang juga salah satu tokoh asal Banjar Kerandan, Pemecutan-Denpasar, Anak Agung Made Alit Sutama terus gencar membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Sembako berupa beras petani Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan telur yang dibagikan berasal dari dana pribadi dan sumbangan dari anaknya, Agung Camilia bersama kerabatnya di Melbourne.

Baca juga:  Pecalang Garda Terdepan Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

Pembagian sembako kali ini menyasar warga Banjar Kerandan dan Pasemeton Jero Den Sema yang tetap mengedepankan protokol kesehatan. Gerakan peduli ke masyarakat terdampak COVID-19 ini dilakukannya untuk memotivasi dermawan, pengusaha, dan masyarakat lainnya untuk ikut berbagi di tengah pandemi COVID-19.

Apalagi, sumbangan sembako yang diberikan kepada masyarakat adalah beras produksi petani Bali. Sehingga, bisa memberdayakan petani Bali. Apalagi, kualitas dan harga beras petani Bali sama dengan produk beras luar Bali. “Waktu saya coba (beras petani Bali-red) rasanya enak sekali, makanya saya langsung beli 500 kg, dan saya bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan saya sarankan juga sama teman untuk beli beras petani Bali, apalagi harganya bagus dan rasanya enak,” ujar Agung Alit Sutama di sela-sela pembagian sembako, Minggu (9/8).

Baca juga:  Dipadati Pemedek, Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot 

Tidak hanya itu, beras petani Bali ini juga diberikan kepada para pemangku dan tukang sapuh pura. “Dan kita melakukan pembagian sambako di Toya Mampeh Kintamani batur dua hari lalu,” katanya.

Gerakan membagikan sembako telah dilakukan sejak pandemi COVID-19 melanda Bali. Tidak hanya itu, dalam gerakan ini juga dibagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Gerakan membagikan beras petani Bali ini akan terus dilakukannya untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19, sekaligus untuk memberdayakan hasil produksi beras petani Bali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.