Patung Dewi Sri berbahan alang-alang. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Alang-alang di tangan undagi Bali umumnya dimanfaatkan sebagai atap bangunan tradisional, seperti bale dangin. Bahkan ketika pariwisata mengalami pertumbuhan pesat, banyak atap bangunan hotel, vila dan restoran menggunakan alang-alang.

Di tangan seniman, alang-alang justru bisa bernilai artistik , disulap jadi patung indah menawan. Agus Eri Putra, perupa asal Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud-Gianyar, menjadikan alang-alang sebagai bahan pembuatan patung.

Bersama sejumlah teman di kampungnya, ia membuat patung berbahan ramah lingkungan tersebut. Diberi judul ‘’Dewi Sri’’, patung setinggi 14 meter itu berdiri di areal restoran Bali Funtastic, di wilayah Junjungan, Ubud.

Baca juga:  Divonis Cerebral Palsy, Bayi 4 Bulan Ini Harus Keluar Masuk RS

Agus Eri Putra menyampaikan, awal pembuatan patung Dewi Sri berbahan alang-alang tersebut bermula dari keberhasilannya menciptakan ogoh-ogoh berbahan jerami yang diberi nama Sang Kala Lelakut. Ogoh-ogoh setinggi 7 meter dengan posisi duduk itu dibuat bersama anggota Sekaa Teruna Teruni Eka Kencana, Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud, serangkaian hari Raya Nyepi tahun saka 1942 lalu.

Ogoh-ogoh itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, karena bahannya unik. Termasuk owner restoran Bali Funtastic, Made Ardana menyukainya.

Baca juga:  Konsumsi Narkoba karena Ditinggal Suami, IRT Ditangkap Polisi

Kemudian pemilik restoran asal Bresela itu memintanya membuat patung berbahan ramah lingkungan. Digunakanlah alang-alang sebagai bahannya.

Patung itu saat ini sedang finishing, dikerjakan sejak satu setengah bulan lalu dengan melibatkan 12 orang asisten, patung itu ditarget selesai 10 hari ke depan. Pengerjaan patung tersebut menghabiskan kurang lebih 100 ikat alang-alang.

Berdiri di areal terbuka, kekuatan patung ini diperkirakan mencapai dua tahun. Dikatakan, kendala yang dihadapi dalam pembuatannya hampir tidak ada.

Baca juga:  Kroscek Kembali Penerima BLT, Lurah Beng Pastikan Tepat Sasaran

Cuma kerena ukurannya tinggi besar, jadi harus membuat skala, biar pas antara komposisi proporsi dan anatomi tubuh. Ia mengaku senang bisa membuat patung dengan alang-alang dan sesuai harapan. Diharapkan patung ini menginspirasi pembuatan patung berbahan ramah lingkungan. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.