Petani di Tianyar Kubu terkendala air dan pemasaran hasil produksi pertanian. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga di wilayah Kubu kini mulai memanfaatkan lahan tandus untuk bercocok tanam sejumlah komoditas, salah satunya bawang. Hanya saja dalam pengembangan itu, para petani mengalami sedikit kendala yakni masalah kekurangan air dan pemasaran hasil produksi.

Salah seorang petani asal Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kubu, Jero Mari, mengungkapkan, dirinya bersama petani lainnya sudah mulai mengembangkan komoditas bawang dan komoditas yang lainnya di lahan tandus. Kata dia, selama pengembangan ini, petani mengalami sejumlah kendala diantaranya, masalah air dan pemasaran hasil produksi.

Baca juga:  Atasi Persoalan Pertanian, Produsen dan Pasar Dipertemukan

“Ketika musim kemarau air memang menjadi kendala utama. Karena sangat kesulitan air untuk menyiram. Karena bawang agar mau berkembang harus di siram dengan air. Bila tidak, maka tanaman bisa mati. Terlebih di musim panas tanaman wajib dapat suplai air,” ujarnya.

Tak hanya kendala air saja, akan tetapi selama ini petani juga masih kesulitan di dalam memasarkan hasil produksi. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah supaya bisa membantu di dalam menjual hasil pertanian yang dihasilkan oleh para petani.

Baca juga:  Dojo Jaya Murti Sabet 3 Emas di Malang

“Selama ini petani mang bingung mau memasarkan kemana hasil pertanian yang dihasilkan. Kami harap, kedepan pemerintah bisa memfasilitasi atau membantu untuk memasarkan hasil pertanian ini,” harapnya.

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, terkait air pihaknya akan mengalirkan air telaga waja mengalir dengan debit tinggi menuju Desa Tianyar. “Setelah berjuang cukup lama air telaga waja akan mengalir ke Tianyar,” ucapnya sembari menyatakan, pemerintah akan menggencarkan menggencarkan Bela Bali Beli Produk Lokal. (Eka Prananda/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.