Pelatih Yogi Nugraha (bertopi). (BP/Nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelatih fisik Bali United, Yogi Nugraha, menyambut baik terbentuknya Asosiasi Pelatih (APSSI). Pasalnya, wadah ini untuk ajang silaturahmi bagi pelatih nasional, termasuk saling bertukar pikiran sesama pelatih. Bahkan, jika perlu kalau ada pembayaran gaji pelatih terlambat bisa di mediasi.

Media Officer (MO) Bali United, Alexander Maha Putra Oemanas, di Denpasar, (1/7) mengemukakan, pelatih Yogi bangga terbentuknya asosiasi pelatih ini telah disahkan PSSI, sebagaimana asosiasi pemain. “Jadi, keberadaan asosiasi pelatih ini sangat bermanfaat, guna saling memberikan informasi terbaru soal kepelatihan,” kata Alexander.

Baca juga:  PB Perbakin Berharap Petembak Bali Masuk Skuad AG

Dijelaskannya, rencana Kompetisi Liga 1 yang akan digulirkan kembali di Jawa pada awal Oktober mendatang, pelatih Yogi menegaskan, idealnya sebelum berlaga pada ajang pertandingan resmi, pesepak bola profesional harus menyiapkan diri enam pekan sebelumnya. Untuk itulah, pelatih Yogi meminta kepada skuad Serdadu Tridatu agar senantiasa meningkatkan intensitas latihannya, dan progres perkembangannya bisa dipantau setiap pekan.

Alexander menambahkan, pelatih Yogi juga mengingatkan kepada pemain supaya senantiasa berlatih secara individu, maupun bersama rekan dengan sentuhan bola. “Bagaimana pun, pemain sepak bola tidak bisa sebatas latihan fisik, tetapi harus dengan sentuhan bola, sebagai wujud persiapan guna menghadapi laga resmi di lapangan hijau,” terang Alexander.

Baca juga:  Bali United Bangun Pusat Latihan di Pantai Purnama

Untuk latihan menggunakan bola, kata Alexander, tiap daerah berbeda-beda, selama pandemi covid-19 ini, apakah daerah bersangkutan masuk zona merah atau kuning. “Kapten Bali United, Fadil Sausu, menyatakan di daerahnya masyarakat bebas bermain bola. Namun, hal ini tidak berlaku bagi daerah lain yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” papar Alexander.

Pelatih Yogi mengajak pemain berlatih dengan sentuhan bola. Hal itu bisa dilakukan dengan small game, apakah bermain futsal atau 11 pemain lawan 11 pemain. “Bagi pesepak bola profesional, tidak cukup berlatih fisik secara mandiri di rumah, tetapi harus menerapkan teknik dengan sentuhan bola dan lawan mainnya,” pesan Alexander. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.