drg. Desak Ayu Dhyana Nitha Dewi, S.Kg.(BP/Istimewa)

Oleh drg. Desak Ayu Dhyana Nitha Dewi, S.Kg.

Pandemi kini menggiring dunia ke era peradaban baru. Era ini tentu memerlukan adaptasi dalam berbagai hal, baik di sektor ekonomi, pariwisata pendidikan, termasuk dalam bidang kesehatan. Kini, kemandirian dan kecerdasan mengelola tata kelola kehidupan akan mengantarkan kita menjadi pemenang dalam pase pandemi COVID-19. Tantangan saat COVID-19 menyebar hampir di seluruh dunia memang berat.

Di Bali virus Corona berjangkit. Ribuan orang terpapar dan 11 orang dinyatakan meninggal dunia. Salah satu cara mencegah virus ini yaitu dengan menjaga sistem kekebalan tubuh kita. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya adalah menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Menurut data Riskesdas tahun 2018, jumlah orang yang mengalami gigi berlubang di Indonesia mencapai hampir 60%. Banyak orang beranggapan sikat gigi saja mungkin sudah cukup. Namun, semestinya kita harus menggunakan flossing atau benang gigi yang tidak bisa dijangkau sikat gigi untuk membersihkan sela-sela gigi. Sisa-sisa makan di sela gigi ini berpotensi untuk menyebabkan gigi berlubang.

Penelitian menunjukkan orang yang menggunakan benang gigi memiliki risiko lebih rendah terkena masalah gigi dan gusi dibanding yang tidak pernah menggunakan benang gigi. Setelah selesai menggunakan benang gigi kumur dengan air atau obat kumur (obat kumur).

Pilihlah obat kumur yang mengandung fluoride. Obat kumur ini dapat mengurangi plak gigi dan menghilangkan bau napas tidak sedap. Namun tentu pemakaiannya harus tepat dosis. Jika berlebihan akan menyebabkan sariawan dan mulut kering.

Selama masa pandemi ini, ada baiknya menunda berkunjung ke dokter gigi atau fasilitas kesehatan jika tidak mendesak. Menurut imbauan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PBPDGI), kriteria yang boleh berkunjung ke dokter gigi adalah jika mengalami nyeri yang hebat tidak tertahankan, mengalami trauma pada gigi dan rahang, mengalami perdarahan parah dan mengalami pembengkakan pada gusi akibat infeksi. Namun, jika ingin berkunjung ke dokter gigi sebaiknya membuat janji terlebih dahulu dengan syarat tidak mengalami demam, batuk maupun pilek.

Lalu, jika tidak terjadi masalah pada gigi dan mulut anda, bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan mulut tetap baik selama di rumah saja? Pertama, pilih pasta gigi yang mengandung fluoride. Fluoride ini berfungsi guna menghalangi pertumbuhan bakteri dalam mulut yang dapat merusak gigi.

Kedua, gunakan sikat gigi yang berbulu lembut. Hentikan bertukar sikat gigi meskipun sesama keluarga dan ganti sikat gigi anda secara berkala. Sikatlah gigi 2 (dua) kali sehari pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, kemudian hindari menyikat gigi yang terlalu keras. Ini berdampak pada berkurangnya lapisan enamel yang akan menyebabkan gigi anda menjadi ngilu. Ketiga, hindari minum soda, perbanyak minum air putih dan membatasi makanan manis karena kandungan asamnya dapat membuat gigi anda mudah berlubang.

Gigi berlubang jika dibiarkan tentu akan menjadi luas dan menimbulkan infeksi pada saluran akar. Infeksi saluran akar menyebabkan nyeri yang tak tertahankan, terutama saat mengunyah, menggigit ataupun mengonsumsi sesuatu yang panas atau dingin. Infeksi saluran akar juga dapat menyebabkan timbulnya abses (nanah) dan disertai gejala pipi bengkak, benjolan pada gusi, demam bahkan pembengkakan pada leher.

Keempat, hentikan kebiasaan merokok, sebab merokok dapat menyebabkan bau mulut, penumpukan plak dan karang gigi. Karang gigi ini merupakan penyebab terjadinya radang gusi. Radang gusi juga rentan terjadi pada penderita diabetes dan kardiovaskular. Dan terakhir selalu menjaga pola makan dan jangan lupa selalu mengonsumsi buah dan sayur secara rutin.

Penulis, Dosen Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Program Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.