Kegiatan pembangunan embung di salah satu lokasi di Kintamani (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak sepuluh kelompok tani di Kabupaten Bangli digelontor bantuan embung oleh pemerintah. Bantuan tersebut diberikan untuk mengatasi krisis air yang kerap dihadapi petani saat musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma Kamis (25/6) mengatakan, kesepuluh kelompok yang mendapat bantuan embung tahun ini seluruhnya berada di Kecamatan Kintamani. Bantuan embung tersebut diberikan berdasarkan proposal permohonan yang diajukan masing-masing kelompok. Sebagian bantuan embung bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan sebagian lagi bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Masing-masing nilai bantuannya Rp 120 juta. “Kapasitasnya sekitar 5 ribu meter kubik,” terangnya.

Jelas Sarma, bantuan embung diberikan sebagai tempat penyimpanan air untuk memudahkan pengelolaan irigasi tanaman atau ternak. Sepuluh lokasi yang mendapat bantuan embung itu semuanya berupa lahan kering. Dengan adanya embung, air hujan nantinya bisa ditampung dalam embung sehingga kekurangan air yang kerap dialami petani saat kemarau, bisa diminimalisir. “Selama ini mereka nampung airnya pakai tempat penampungan kecil, pakai drum, terpal,” ujarnya.

Saat ini pembangunan embung tersebut masih dalam proses pengerjaan. Pembangunanya dilakukan di lahan milik kelompok tani secara swakelola oleh masing-masing kelompok penerima. “Tidak ada menggunakan pihak ketiga, atau rekanan,” ujarnya.

Sejauh ini pembangunan embung yang dananya bersumber dari DAK, progresnya sudah mencapai 50 persen. Demikian juga dengan embung yang bersumber dari APBN. Pembangunan embung yang bersumber dari DAK, ditargetkan selesai Oktober. “Kalau yang APBN, targetnya Juli bulan depan,” kata Sarma. (Dayu Rina/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.