Aparat kepolisian memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan pada warga di obyek wisata Penelokan. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah obyek wisata di Bangli mulai ramai dikunjungi meskipun belum dibuka kembali secara resmi. Kunjungan terutama di Kintamani.

Untuk itu, sektor pariwisata di Kabupaten Bangli, baik hotel, restoran maupun coffee shop diminta menerapkan protokol kesehatan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Adnyana Selasa (16/6) mengaku pihaknya telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penerapan protokol kesehatan tatanan normal baru pada industry pariwisata di Kabupaten Bangli. SE tersebut ditujukan ke seluruh pelaku indusrti pariwisata.

Dalam SE tersebut, pihaknya meminta seluruh pelaku industry pariwisata menerapkan protocol kesehatan. Diantaranya yakni mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh karyawan dan tamu.

Pihak pengelola juga wajib menyediakan masker bila ada karyawan/tamu yang tidak menggunakan masker. Pihak pengelola wajib melakukan thermoscan di pintu masuk dan menyediakan tempat cuci tangan beserta perlengkapannya.

Jarak juga harus dijaga dengan memberikan tanda X pada setiap kursi dan di jalur antrian menuju kasir. Kapasitas diatur pada satu ruangan tertutup tergantung luas ruangan masing-masig dan menyesuaikan dengan standar jaga jarak dari WHO atau hanya 50 persen dari total kapasitas.

Membuat tabir plastik transparan pada meja kasir/penerima tamu. Transaksi dianjurkan dilakukan secara non tunai, melakukan penyemprotan desinfektan minimal sekali seminggu, pemeriksaan berkala untuk semua karyawan.

Seluruh karyawan juga diwajibkan mengunakan sarung tangan selama melaksanakan usaha. “Jadi surat edaran ini untuk mempertegas dan mengingatkan bahwa protocol kesehatan itu penting diterapkan untuk kepentingan bersama,” kata Adnyana.

Diungkapkannya dari pantauannya akhir-akhir ini, belum banyak industri pariwisata di Bangli yang sudah mulai kembali buka. Yang kelihatan baru beberapa coffee shop di Kintamani. Restoran dan hotel, kata Adnyana belum ada yang dipantaunya buka kembali. “Mereka masih bersiap-siap,” terangnya.

Selama ini industri pariwisata di Bangli tidak pernah ditutup oleh pemerintah. Mereka banyak yang tutup karena situasi, minimnya wisatawan di tengah wabah COVID-19.

Menghadapi masa new normal, pihaknya berharap seluruh industry pariwisata disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagaiana surat edaran yang dikeluarkannya. Untuk mengawasi protokol kesehatan bisa diterapkan dengan baik, Adnyana mengaku pihaknya akan turun melakukan pengawasan.

Sementara itu disinggung mengenai rencana dibukannya kembali daya tarik wisata di Bangli, Adnyana mengatakan sebagaimana yang telah disampaikan Bupati di media, Pemkab Bangli masih menunggu instruksi pemerintah pusat dan provinsi.

Dalam dua pekan terakhir, diakuinya kunjungan ke Kintamani mulai kembali ramai. Padahal Pemkab Bangli belum membuka kembali obyek wisata. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.