Haudi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Defender Bali United, Haudi Abdillah, mulai belajar menendang bola pada SSB Persisak Sambiroto sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Ia pun pernah menjadi anak gawang tiap kali PSIS Semarang menjamu tamunya di Stadion Jati Diri Semarang.

Berbekal pengalaman itu, Haudi kini menjadi bersikap dewasa dalam menghadapi suporter. Media Officer (MO) Bali United, Alexander Maha Putra Oemanas, di Denpasar, Jum’at (12/6) mengemukakan, Haudi sejak kecil merasakan betapa fanatismenya pendukung PSIS Semarang, ketika menjamu tamunya di Stadion Jati diri.

Apalagi, saat tim Mahesa Jenar tertinggal dan dikalahkan lawannya, maka otomatis pendukung setianya tidak terima.  ahkan, plastik berisi air, entah benar-benar air atau air kencing dilemparkan ke dalam lapangan. “Jadi, Haudi sejak kecil sudah biasa menghadapi tekanan suporter, gara-gara tim kesayangannya tertinggal oleh lawan. Hal ini sekaligus mengasah mental Haudi,” ungkap Alexander.

Meskipun Haudi sebagai anak gawang, tetapi dirinya bangga sebab bertatap muka langsung dengan sederet pesepak bola terkenal. “Padahal, Haudi tidak dibayar dan hanya diberi nasi kotak, namun Haudi justru menikmatinya,” jelas Alexander.

Alexander menyebutkan, sejak kecil Haudi dipasang pelatih menempati posisi lini pertahanan, mengingat postur tubuhnya yang jangkung. Yang membanggakan, Haudi pernah dipercaya memegang ban kapten tim Mahesa Jenar, ketika PSIS melakoni laga Kompetisi Liga 2.

Tak Cuma itu, sebagai kapten, Haudi pada 2017 sukses menaklukkan Martapura FC dengan skor 6-4, sekaligus PSIS promosi ke Liga 1 pada 2018. Haudi juga ikut andil membawa PSCS Cilacap juara pada SCB Competition.

Selain itu, Haudi ikut mengantarkan Bali United juara Kompetisi Liga 1 pada musim 2019. Haudi di lapangan hijau berprinsip, selaku pemain belakang dirinya tidak sendiri dalam menghalau serangan lawan. Sebagai pemain belakang juga dituntut mempunyai kepercayaan diri (self confidence) yang tinggi.

Haudi bersama rekan setimnya Pacheco siap bahu-membahu dalam mengawal benteng pertahanan Serdadu Tridatu. Oleh sebab itu, Haudi sama sekali tidak grogi, walaupun harus menempel ketat pemain asing. “Haudi dalam mematahkan serangan lawan selalu optimis, karena sebelumnya diinstruksikan pelatih dalam program latihan,” kata Alexander.

Haudi mengidolakan pesepak bola Fabio Cannavaro. Haudi merasa nyaman menggunakan nomor punggung 35. Ia tercatat pernah masuk skuad tim PON Jateng dan pernah jumpa tim PON Bali. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.