Jembrana Salurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial Tahap II

NEGARA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jembrana kembali mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan berupa paket sembako diserahkan di Kecamatan Pekutatan, Selasa ( 9/6).

Bantuan diserahkan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jembrana yang juga Bupati Jembrana I Putu Artha. Bantuan ini merupakan jaring pengaman sosial tahap II penyisiran dari Belanja Tak Terduga APBD Kabupaten Jembrana.

Penyerahan bantuan hari pertama, secara simbolis kepada warga penerima manfaaat di Kecamatan Pekutatan juga dihadiri Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Sekda Jembrana I Made Sudiada, Kasi Datun Kejari Jembrana Arief Ramadhoni serta Kapolsek Pekutatan Kompol I Gusti Agung Komang Sukasana. Secara bertahap, bantuan serupa juga akan diberikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di kecamatan-kecamatan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jembrana dr I Made Dwipayana mengatakan, bantuan jaring pengaman sosial untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar akibat penurunan kemampuan keluarga terdampak Covid-19. “Bantuan tahap II kita salurkan kepada 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp 3 miliar. Sebelumnya, tahap I sudah kita salurkan paket sembako kepada 7180 KPM senilai Rp 4.339 miliar,” kata Dwipayana.

Masing-masing penerima manfaat mendapat paket sembako senilai Rp 200.000 selama tiga bulan. Adapun rincian penerima manfaat tahap II di masing-masing kecamatan.

Untuk Kecamatan Jembrana mendapat 1.182 KPM, Kecamatan Negara 1.526 KPM, Kecamatan Melaya 801 KPM , Kecamatan Mendoyo 903 KPM sedangkan Kecamatan Pekutatan terdapat 588 KPM.

Sementara Bupati Artha dalam arahannya mengatakan bantuan jaring pengaman sosial ini bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah atas dampak pandemi COVID-19. “Semoga bantuan ini pun dapat meringankan beban warga, memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari,” harap Bupati Artha.

Disamping itu, ia mengajak masyarakat mengutamakan protokol kesehatan penanganan COVID-19. Selalu menggunakan masker, mencuci tangan setiap saat serta tidak memandang remeh potensi penularan virus. “Meski Jembrana saat ini terendah angka kasusnya, tapi kewaspadaan tetap dijaga. Jangan kendurkan protokol COVID-19. Bersama kita tekan penyebaran sehingga transmisi lokal tidak terjadi,” pinta Artha.

Kepada jajaran Perbekel serta Camat yang juga hadir, Bupati Artha minta agar mewaspadai pergerakan orang luar masuk di masing-masing wilayah. Terutama mereka yang beraktivitas disimpul-simpul ekonomi.

Contohnya aktivitas dipasar yang ada di kecamatan maupun masing-masing desa. “Harus di cek riwayat perjalanan, dari mana asalnya. Apakah mereka datang dari wilayah terjangkit atau zona merah. Termasuk kelengkapan surat keterangan rapid testnya,” tegasnya.

Jelang diberlakukannya tatanan hidup baru (new normal ) yang akan digulirkan pemerintah pusat, Artha minta tiap instansi bersiap dengan memastikan kelengkapan alat penunjang. “Intinya, ketika pemerintah pusat sudah putuskan, kita di daerah harus siap. Pastikan pula kinerja petugas pelayanan publik tetap baik , namun tetap menerapkan protokol kesehatan agar seluruhnya terhindar dari penyakit,” tandas Bupati Artha. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.