SURABAYA, BALIPOST.com – Pengamat ekonomi menyatakan rencana pemberlakuan new normal life di Indonesia mempunyai nilai positif bagi perekonomian dalam negeri. Hal itu, lantaran new normal dapat menjadi trigger atau pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Demikian diungkapkan Pengamat Ekonomi, Jamhadi.

Ia mengatakan pemberlakuan new normal ini harus dibarengi dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang disiplin oleh masyarakat luas. Ia pun mengatakan berbagai solusi kebijakan perlu dilakukan supaya ekonomi terus tetap tumbuh dan berkembang saat masa pemulihan.

Baca juga:  Jumlah Pasien COVID-19 Masih Banyak, Surabaya Belum Bahas "New Normal"

Salah satunya, kolaborasi model baru oleh pengusaha besar, menengah dan UMKM, dengan akademisi lebih ditingkatkan dalam proses industrialisasi. Mulai tahap ide, desain, dan implementasinya.

Selain itu, kebijakan yang harus dilaksanakan, diantaranya membeli produk lokal buatan industri Indonesia, serta kebutuhan industri, termasuk bahan baku untuk industri makanan dan minuman harus dipenuhi lokal.

Berikutnya, memanfaatkan digital ekonomi, terutama unicorns di Indonesia yang turut mendukung digital ekonomi, termasuk delivery system. Bahkan, dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor UMKM perlu ditingkatkan.

Baca juga:  Pembukaan Kawasan Publik Guna Menghidupkan Sektor Ekonomi

Jamhadi yang juga menjabat Waketum Kadin Jatim ini mengatakan sektor medis dan industri pertanian harus lebih digiatkan. Perusahaan-perusahaan harus menyiapkan rencana bisnis jangka pendek hingga jangka panjang supaya perekonomian dalam negeri kembali stabil. (Agung Dharma/Surabaya TV)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.