Tangkapan layar data sebaran COVID-19 Bali per 27 Mei. Dari data WNA, terdapat 1 orang terjangkit transmisi lokal sehingga jumlah WNA yang positif kini mencapai 9 orang. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Transmisi lokal COVID-19 di Bali masih terus bertambah jumlahnya. Bahkan, bila sebelumnya transmisi lokal ini hanya menjangkiti warga negara Indonesia (WNI) atau orang lokal Bali, per Rabu (27/5), datanya berubah.

Dilihat di situs https://pendataan.baliprov.go.id per pukul 11.15 WITA, kasus transmisi lokal yang terkonfirmasi pada Rabu diderita seorang WNA. Akibatnya, setelah berbulan-bulan, jumlah WNA yang terjangkit COVID-19 di Bali hanya berjumlah 8 orang, dengan rincian 2 meninggal dan 6 sudah sembuh, kumulatifnya berubah menjadi 9 orang.

Dikonfirmasi terkait data ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, Kamis (28/5), mengatakan tidak ada WNA yang terjangkit tranmisi lokal. “Tidak ada WNA,” demikian jawabannya saat dimintai konfirmasi lewat WhatsApp.

Untuk kumulatif kasus COVID-19, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, Bali sudah menangani 415 orang. Terjadi penambahan pasien baru sebanyak 8 orang pada Rabu kemarin. “Untuk 8 pasien baru, rinciannya 4 PMI, 3 PPDN, dan 1 transmisi lokal,” katanya dalam rilis perkembangan COVID-19 di Bali.

Sementara secara total, dilihat dari jenis penularannya, kumulatif kasus PPLN berjumlah 195 orang, PPDN 34 orang, dan transmisi lokal 178 orang.

Dilihat dari sebarannya, data di https://pendataan.baliprov.go.id menunjukkan jumlah kasus positif terbanyak masih ada di Bangli dengan jumlah 89 orang. Untuk peringkat kedua, Denpasar kembali menduduki posisi ini sendiri dengan jumlah warga positif COVID-19 sebanyak 82 orang, bertambah 1 warga dari sehari sebelumnya.

Buleleng turun ke posisi ketiga dengan kumulatif kasusnya 81 orang. Badung berada di posisi keempat dengan jumlah warga positif 33 orang, bertambah 1 pasien dari sehari sebelumnya.

Posisi kelima adalah Karangasem sebanyak 31 warga positif COVID-19. Gianyar dengan jumlah 28 warga menduduki posisi keenam. Sementara itu, posisi ketujuh adalah Klungkung dengan jumlah warga positif mencapai 20 orang.

Di posisi selanjutnya, kedelapan, adalah Tabanan yang kini mencatatkan 18 kasus positif, bertambah 1 pasien. Posisi kesembilan adalah Jembrana dengan jumlah 15 orang.

Penambahan jumlah kasus juga terjadi pada kabupaten lain sebanyak 4 orang, sehingga dari sebelumnya 5 warga kini kumulatifnya menjadi 9 pasien. (Rindra Devita/Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.