Tangkapan layar peta penyebaran COVID-19 di Bali. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus transmisi lokal COVID-19 masih terus bertambah. Meski pada Senin (255), tambahan kasusnya hanya 1 orang, namun secara kumulatif komposisi jenis penularan ini sudah mencapai 42 persen dari seluruh kasus yang ditangani Bali.

Rilis dari Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 396 orang. Bertambah 2 orang WNI, per Senin, terdiri dari 1 orang naker migran dan 1 orang transmisi lokal.

Untuk transmisi lokal, kumulatif kasusnya 167 Orang. “Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” ujar Dewa Indra dalam rilisnya.

Kasus baru yang dilaporkan pada Senin, merupakan warga dari Denpasar. Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, pasien ini berjenis kelamin perempuan usia 61 tahun yang berdomisili di Kelurahan Pamecutan.

“Setelah sehari tidak ada penambahan, hari ini ada penambahan sebanyak 1 orang yang berdomisili di Kelurahan Pamecutan, kasus ODP juga bertambah 4 orang, dan PDP bertambah 3 orang,” jelasnya

Penambahan kasus transmisi lokal di Denpasar selama pemberlakuan Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) masih terjadi. Bahkan pada Senin, PKM genap berjalan selama 10 hari sejak diberlakukan 15 Mei lalu.

Sementara untuk sebarannya, dilihat dari pendataan.baliprov.go.id, Buleleng masih berada di posisi teratas dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 47 orang. Di posisi kedua adalah Bangli dengan jumlah kasus 45 orang. Denpasar menduduki posisi ketiga, dengan total warga tertular transmisi lokal sebanyak 30 orang, bertambah 1 pasien dari sehari sebelumnya.

Keempat ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 17 orang.

Posisi kelima adalah Karangasem dengan jumlah 15 warga terjangkit. Posisi keenam adalah Gianyar dengan jumlah warga terjangkit 5 orang.

Kemudian, Klungkung ada di posisi ketujuh dengan 4 warga terjangkit transmisi lokal. Kedelapan, adalah Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 3 orang. Sementara di posisi terakhir adalah Jembrana dengan warga terjangkit 1 orang.

Meski jumlah kasusnya relatif banyak, dari data yang ada di https://infocorona.baliprov.go.id, terungkap bahwa komposisi pasien transmisi lokal yang sudah sembuh lebih banyak dibandingkan kasus aktif (masih dirawat).

Dari total 167 kasus transmisi lokal, sebanyak 99 orang sudah sembuh atau hampir 60 persen dari kumulatif. Sedangkan yang masih dirawat mencapai 67 orang (40 persen). Meninggal sebanyak 1 orang. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.