Lapangan Renon ditutup. (BP/Nel)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali meloloskan empat pebiliar ke PON Papua. Mereka adalah Made Marsel Tirta, Irwan Limardi,  Oei Kim Han serta seorang atlet putri Dhitya Octora. Kegiatan keempat atlet biliar ini berlatih fisik di Lapangan Renon, tiap Selasa dan Sabtu. Akan tetapi, sejak Lapangan Renon ditutup, praktis kegiatan mereka hanya menjaga stamina dan kebugaran tubuh di rumahnya masing-masing.

Pelatih biliar PON Bali Willy Soedarno, di Denpasar, Jumat (24/4) menerangkan, bahkan latihan tenik yang biasanya digelar di arena biliar Obrigado, Jalan Teuku Umar, praktis tidak bisa dilaksanakan. Saat ini para atlet PON hanya berlatih fisik di rumah, sama sekali tanpa latihan teknik, kecuali Irwan Limardi yang memiliki meja biliar di rumahnya.

Baca juga:  Atlet Lompat Tinggi PON Dituntut Latihan Tiap Hari

“Selain itu, kami juga menerima imbauan dari KONI Bali, termasuk dari PB POBSI yang menginstruksikan agar atlet tetap menjaga kebugaran di rumahnya selama wabah corona ini,” ungkap Willy, yang juga Waketum Pengprov PBSI Bali ini.

Dijelaskannya, sedianya atlet PON akan mengikuti kejuaraan biliar bola-10 di Yogyakarta, pada April ini. Oleh karena wabah virus corona menyebabkan mereka batal melakukan try out ke Kota Gudeg tersebut. Ia menyebutkan, program latihan atlet di rumah, dilaporkan kepada pelatih bisa via WA maupun video call. “Namun, mereka tetap absen ke KONI via online,” jelasnya. Rencananya, akan digelar turnamen Bali Open pada Juni mendatang, hanya dirinya tidak tahu apakah bisa terlaksana atau tidak terkait wabah corona ini. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *