Warga beralih ke pertanian setelah pariwisata terdampak COVID-19. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Wabah COVID-19 benar-benar membuat semuanya lumpuh. Salah satunya sektor pariwisata.

Akibatnya, masyarakat yang berkecimpung di sektor ini mau tak mau harus memikirkan cara supaya bisa melangungkan hidup. Kini, mereka banyak yang menekuni dunia pertanian.

Warga Asal Desa Besakih, I Kadek Wirna, mengatakan, sebelum kondisi pariwisata seperti sekarang ini, dirinya bekerja di salah satu bar di wilayah Badung. Namun, semenjak tidak adanya wisatawan ia pun kembali ke kampung halaman.

Baca juga:  Dampak COVID-19, Ini Skenario Optimis PLN Bali

“Saya sekarang sudah tidak bekerja karena dirumahkan. Karena sudah tak berkeja lagi, maka saya sekarang terpaksa beralih menjadi petani. Karena orangtua memang petani,” ujarnya.

Warga lain, I Ketut Agus Ambarawan, juga mengungkapkan hal senada. Sebelumnya, ia bekerja di salah satu restaurant di Kuta Badung.

Karena situasi ini, pihak restaurant merumahkan karyawan, termasuk dirinya. Karena tak ada pilihan lain, mau tidak mau dirinya bersama sang istri harus bertani.

Baca juga:  Berlaku 1 September, Aturan HET Beras Belum Tersosialisasi Baik

“Istri juga sama sekarang tidak bekerja karena dirumahkan. Sehingga, tidak ada pemasukan sama sekali. Sekarang saya terpaksa ngadas (memelihara sapi milik orang lain, red) bersama istri. Kalau tidak begini nanti makan apa?Semoga situasi segera kembali pulih, sehingga kembali bisa bekerja lagi seperti sebelumnya,” tegasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *