Umat Hindu bersembahyang di Pura Ulun Danu Batur serangkaian Ngusaba Kedasa, Selasa (14/4). (BP/ded)

BANGLI, BALIPOST.com – Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur telah kasineb pada 11 April lalu. Secara umum, karya berjalan lancar. Umat yang tangkil juga taat akan imbauan pemerintah dan pangemong pura mengenai social dan physical distancing dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Umat yang tangkil memang jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini karena gencarnya sosialisasi mengenai social distancing. Kami juga di sini mengatur pamedek agar tidak sampai bergerombol,” jelas Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duuran, Selasa (14/4).

Baca juga:  Bangunan TIC yang Telan Dana Rp 610 Juta Belum Dioperasikan, Ini Alasannya

Dijelaskannya, pihaknya tidak melarang umat untuk tangkil saat ngusaba. Pihaknya hanya menekankan, pamedek tidak boleh bergerombol saat berada di pura. Namun, kemungkinan karena umat taat akan imbauan pemerintah, mereka akhirnya memilih untuk ngayat dari merajan di rumah masing-masing.

Yang menarik, kata Jero Gede Batur Duuran, ada sejumlah umat yang justru tangkil saat karya sudah kasineb. “Tiga hari setelah masineb, justru banyak umat yang tangkil. Mereka menyampaikan, mereka baru bisa tangkil karena mengikuti imbauan pemerintah dan pangemong pura,” jelasnya sembari berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. (Dedy/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *