DENPASAR, BALIPOST.com – Dari tambahan terbaru 14 kasus positif COVID-19 di Bali, dua diantaranya merupakan transmisi lokal. Artinya, dua orang tersebut terinfeksi COVID-19 karena melakukan kontak dekat dengan pasien positif sebelumnya.

“Transmisi lokal ini, satu, orangtuanya dulu terinfeksi. Kemudian sekarang anak kandungnya. Berarti di rumah ini tidak bagus melaksanakan physical distancing,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Kamis (9/4).

Baca juga:  Tiga Warga Denpasar Dikonfirmasi Positif COVID-19, Rinciannya Seperti Ini

Untuk kasus transmisi lokal kedua, lanjut Dewa Indra, merupakan orang tua dari satu orang yang positif COVID-19 setelah pulang dari melakukan perjalanan ke luar negeri. Itu artinya, pasien transmisi lokal kedua ini juga sama dengan pasien transmisi lokal pertama yang tidak disiplin melaksanakan physical distancing serta tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Itu akibatnya kalau kita tidak disiplin,” sorotnya.

Baca juga:  Buntut Pengeroyokan Satpam di THM, Dispar Segera Pasang Baliho "Do's and Don'ts" bagi Wisman

Untuk lokasinya, pasien transmisi lokal ini merupakan warga Denpasar dan Bangli. “Semuanya WNI dan orang Bali.” (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN